Peran Badan Usaha Milik KalurahanSambimulyo dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal melalui Pengelolaan Destinasi Wisata Tebing Breksi

Authors

  • Muftia Ariffatul Fauziah Universitas Gadjah Mada
  • Maria Imelda Naibobe Universitas Gadjah Mada
  • Ambar Teguh Sulistiyani Universitas Gadjah Mada
  • Amanda Elista Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.70742/ijpap.v2i1.1153

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Peran BUMKal, Destinasi Wisata Pascatambang

Abstract

The transformation of Breksi Cliff from a volcanic breccia mining area into a tourism destination has posed significant challenges to the sustainability of local livelihoods in Sambirejo Village. The cessation of mining activities in 2014 resulted in the loss of income sources for miners, who had previously worked without social security, compelling local communities to transition into tourism-related occupations amid persistently high levels of rural poverty. This condition has placed the Village-Owned Enterprise (Badan Usaha Milik Kalurahan/BUMKal) of Sambimulyo Village in a strategic position to undertake both community empowerment and regional economic management functions. This study aims to examine the role of BUMKal Sambimulyo Village in empowering local communities through the management of the Breksi Cliff tourism destination, while also evaluating the social value generated through this role. The study employs a descriptive qualitative approach based on the Social Return on Investment (SROI) framework. The findings indicate that the role of BUMKal Sambimulyo Village can be understood through the interconnected processes of institutional strengthening since the early stages of management, the expansion of the local economic ecosystem involving various business groups, and improvements in well-being directly experienced by workers and surrounding communities. The transformation from a mining area into a tourism destination has created new business opportunities for local residents, strengthened institutional capacity in maintaining transparency and social cohesion, and encouraged recognition of successful management at the national level. Nevertheless, the sustainability of these benefits remains dependent on seasonal fluctuations in tourist visits and limited funding for destination development. The findings primarily reflect the perspectives of key informants representing the management side and therefore do not fully capture the perspectives of MSME actors or direct beneficiaries within the local community. This study demonstrates that the SROI framework can be applied as a qualitative analytical approach to evaluate the social value generated by the role of village-owned enterprises in managing post-mining tourism destinations.

[Transformasi Tebing Breksi dari kawasan pertambangan batu breksi vulkanik menjadi destinasi wisata menghadirkan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal di Desa Sambirejo. Penghentian aktivitas pertambangan pada tahun 2014 menyebabkan hilangnya sumber pendapatan para penambang yang sebelumnya bekerja tanpa jaminan sosial, sehingga masyarakat dituntut untuk beralih ke sektor pariwisata di tengah kondisi kemiskinan perdesaan yang masih relatif tinggi. Kondisi tersebut menempatkan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Desa Sambimulyo pada posisi strategis dalam menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat sekaligus pengelolaan ekonomi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BUMKal Desa Sambimulyo dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui pengelolaan destinasi wisata Tebing Breksi, sekaligus mengevaluasi nilai sosial yang dihasilkan dari peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan kerangka Social Return on Investment (SROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BUMKal Desa Sambimulyo dapat dipahami melalui keterkaitan antara penguatan kelembagaan sejak tahap awal pengelolaan, perluasan ekosistem ekonomi lokal yang melibatkan berbagai kelompok usaha, serta peningkatan kesejahteraan yang dirasakan secara langsung oleh pekerja dan masyarakat sekitar. Transformasi kawasan pertambangan menjadi destinasi wisata telah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menjaga transparansi dan kohesivitas sosial, serta mendorong pengakuan terhadap keberhasilan pengelolaan di tingkat nasional. Meskipun demikian, keberlanjutan manfaat tersebut masih dipengaruhi oleh fluktuasi musiman jumlah kunjungan wisatawan serta keterbatasan pendanaan untuk pengembangan kawasan. Temuan penelitian ini terutama merepresentasikan perspektif informan kunci dari sisi pengelola, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan perspektif pelaku UMKM maupun masyarakat sebagai penerima manfaat secara langsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka SROI dapat diterapkan sebagai pendekatan analitis kualitatif untuk mengevaluasi nilai sosial yang dihasilkan dari peran badan usaha milik desa/kalurahan dalam pengelolaan destinasi wisata pascatambang. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Peran BUMKal, Destinasi Wisata Pascatambang]

Author Biographies

Maria Imelda Naibobe, Universitas Gadjah Mada

Maria Imelda Naibobe adalah seorang mahasiwa di Magister Ilmu Administrasi Publik Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada.

Ambar Teguh Sulistiyani , Universitas Gadjah Mada

Ambar Teguh Sulistiyani adalah seorang dosen di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Universitas Gadjah Mada. Ia tertarik pada issue kebijakan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Amanda Elista , Universitas Gadjah Mada

Amanda Elista adalah seorang asisten dosen dan penelitia di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Universitas Gadjah Mada yang tertarik pada issue kepemimpinan perempuan, pemberdayaan, lingkungan dan politik.

References

Aliyev, N. (2025). The Impact of Tourism on Other Sectors of the Economy. SCIENTIFIC WORK, 19(6), 105–108. https://doi.org/10.36719/2663-4619/118/105-108

Anggraeni, M. R. R. S. (2016). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada kesejahteraan masyarakat pedesaan: Studi pada BUMDes di Gunung Kidul, Yogyakarta. Modus, 28(2), 155–167

Arief, I., & Thahir, H. (2020). Community Based Tourism for the Concept of Village Tourism Facility Development in Papan Island. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 797(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/797/1/012006

Arvidson, M., Lyon, F., McKay, S., & Moro, D. (2013). Valuing the social? The nature and controversies of measuring social return on investment (SROI). Voluntary Sector Review, 4(1), 3–18. https://doi.org/10.1332/204080513X13558616538885

Ashley, C., Boyd, C., & Goodwin, H. (2000). Pro-poor tourism: Putting poverty at the heart of the tourism agenda. Overseas Development Institute.

Ashley, C., & Goodwin, H. (2007). ‘Pro-poor tourism’: What’s gone right and what’s gone wrong? ODI Opinion, 80, 1–8.

Badan Geologi. (2014). Surat Keputusan Badan Geologi Nomor 1157.K/73/BGL/2014 tentang Penentuan Kawasan Cagar Alam Geologi DIY. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Persentase Penduduk Miskin Maret 2025 turun menjadi 8,47persen.BadanPusatStatistik. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2518/persentase-penduduk-miskin-maret-2025-turun-menjadi-8-47-persen-.html

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dodds, R., Ali, A., & Galaski, K. (2018). Mobilizing knowledge: determining key elements for success and pitfalls in developing community-based tourism. Current Issues in Tourism, 21(13), 1547–1568. https://doi.org/10.1080/13683500.2016.1150257

Emerson, J. (2003). The blended value proposition: Integrating social and financial returns. California Management Review, 45(4), 35–51. https://doi.org/10.2307/41166187 Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: A success? ICRT Occasional Paper, 11(1), 1–37.

Hausler, N., & Strasdas, W. (2003). Training manual for community-based tourism. InWEnt.

Islami, M. E. N., & umiyati. (2020). DAMPAK KEBERADAAN OBJEK WISATA TEBING BREKSI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SAMBIREJO, PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMAN. Media Wisata, 18. https://doi.org/10.36275/mws

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2020). Buku panduan BUMDes: Membangun desa melalui badan usaha milik desa. Kemendesa PDTT.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2015). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik (Edisi revisi). Alfabeta.

Mervelito, M. G. P., Rahardjo, P., & Herlambang, S. (2020). Studi keberhasilan pengelolaan objek wisata Taman Tebing Breksi berbasis community based tourism (CBT) oleh masyarakat Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan,Arsitektur(Stupa),2(2),2673–2684. https://doi.org/10.24912/stupa.v2i2.8880

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muganda, M., Sahli, M., & Smith, K. A. (2010). Tourism’s contribution to poverty alleviation: A community perspective from Tanzania. Development Southern Africa, 27(5), 629–646. https://doi.org/10.1080/0376835X.2010.522826

Nicholls, J., Lawlor, E., Neitzert, E., & Goodspeed, T. (2012). A guide to Social Return on Investment. The SROI Network. https://www.socialvalueint.org/guide-to-sroi

Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Erlangga. Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Andi Offset.

Putra, M. R. A., & Nuryana, R. P. (2025). Peran Bumdes Sambimulyo Dalam Membangun Pariwisata Berkelanjutan: Berawal Dari Tebing Kapur ke Destinasi Wisata. JIAN : Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 22(01), 16–22.

Ramadana, C. B., & Ribawanto, H. (2010). Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai penguatan ekonomi desa (Studi di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(6), 1068–1076.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Ridlwan, Z. (2014). Urgensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pemerdayaan perekonomian desa. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 8(3), 424–440.

Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing &Health,23(4),334–340.https://doi.org/10.1002/1098-240X(200008)23:4%3C334::AID-NUR9%3E3.0.CO;2-G

Saul, E., & Citra, I. P. A. I. M. (2022). Implementasi Strategi Pengelolaan Desa Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai pada Masa New Normal. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 10(1), 32–42. https://doi.org/10.23887/jjpg.v10i1.39142

Scheyvens, R. (2002). Tourism for development: Empowering communities. Pearson Education.

Social Value International. (2012). Principles of social value. Social Value International. https://www.socialvalueint.org

Soetomo. (2012). Keswadayaan masyarakat sebagai agen perubahan dan kapasitasnya: Refleksi dari pengalaman pengembangan komunitas lokal. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 16(2), 87–103.

Suansri, P. (2003). Community based tourism handbook. REST Project. Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistiyani, A. T. (2017). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Gava Media.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Gava Media.

Tawakkal, G. T. I., & Rohman, A. Z. F. (2022). Metode penelitian kualitatif: Penerapan pada kajian politik pemerintahan. UB Press.

Wearing, S., & McDonald, M. (2002). The development of community-based tourism: Re-thinking the relationship between tour operators and development agents as intermediaries in rural and isolated area communities. Journal of Sustainable Tourism, 10(3), 191–206. https://doi.org/10.1080/09669580208667162

Wijaya, A. K., & Zuhriyati, E. (2020). Penguatan Kapasitas BUMDes Sambimulyo Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan dalam Meningkatkan Perekonomian (Studi Kasus Wisata Tebing Breksi). Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 1(2), 70–82. https://doi.org/10.18196/jpk.v1i2.9358

World Bank. (2020). No One Left Behind: Rural Poverty in Indonesia.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yusuf, A. R., Hidayat, Z., & Anugrah, S. D. (2020). Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 8(1), 45–58.

Downloads

Published

2026-09-20

How to Cite

Fauziah, M. A., Naibobe, M. I., Sulistiyani , A. T. ., & Elista , A. (2026). Peran Badan Usaha Milik KalurahanSambimulyo dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal melalui Pengelolaan Destinasi Wisata Tebing Breksi. Indonesian Journal of Public Administration and Policy, 2(1), 1–17. https://doi.org/10.70742/ijpap.v2i1.1153