Dinamika Pemidanaan Khalwat di Aceh: Urgensi Revisi Qanun Jinayat untuk Mencegah Konflik Hukum

Authors

  • Azharuddin Azharuddin Institut Agama Islam Negeri Langsa, Indonesia
  • Siti Masyitha Institut Agama Islam Negeri Langsa, Indonesia
  • Novianti Indah Tia Institut Agama Islam Negeri Langsa, Indonesia
  • Wulan Oktizanna Institut Agama Islam Negeri Langsa, Indonesia
  • Siti Maghfirah Institut Agama Islam Negeri Langsa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70742/suffah.v1i2.73

Keywords:

dinamika, aturan hukum, khalwat

Abstract

This research explores and analyzes the problems that arose in connection with the problematic rule of law in Aceh, specifically when the Aceh Governor Circular Letter Number 451/11286 was issued with the Aceh Qanun Jinayat, especially in Article 12 Paragraph (1) regarding khalwat. Basically, the qanun limits the meaning of khalwat in the field of work or in public places, while the Aceh Governor's SE wants khalwat acts to continue to be enforced even if they are carried out in public places. This research aims to identify tensions or conflicts that may arise between the provisions of the Qanun and the Governor's SE and their impact on the implementation and understanding of the law later, because these two regulations provide opportunities in terms of legal interpretation and even practical implementation. This research uses normative juridical research methods because it only discusses issues of legal rules, specifically in Qanun Article 12 paragraph (1) Qanun Jinayat Aceh with Governor's Decree Number 451/11286. The results of the research show that there are fundamental differences regarding the criminalization of khalwat in the Aceh Qanun Jinayat and the Aceh Governor's SE, this could lead to legal conflicts in the future due to legal interpretation by certain parties. The legal dynamics in Aceh regarding khalwat must be addressed as soon as possible before a legal conflict occurs later, by revising the meaning of khalwat and it must be adapted to the social and religious conditions of the Acehnese people

Keywords: Problematic, Legal Rules, Khalwat.

 Abstrak: Sehubungan dengan problematika aturan hukum di Aceh, tepatnya ketika terbitnya Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 451/11286 dengan Qanun Jinayat Aceh khususnya dalam Pasal 12 Ayat (1) terkait khalwat. Pada dasarnya qanun membatasi makna khalwat dalam bidang pekerjaan atau di tempat umum, sedangkan SE Gubernur Aceh menginginkan perbuatan khalwat tetap diberlakukan walau dilakukan di tempat publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketegangan atau konflik yang mungkin timbul antara ketentuan Qanun dan SE Gubernur serta dampaknya pada pelaksanaan dan pemahaman hukum nantinya, sebab kedua aturan tersebut memberi peluang dalam hal interpretasi hukum bahkan sampai dalam pelaksanaan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif karena hanya membahas permasalahan aturan hukum semata, tepatnya dalam qanun Pasal 12 ayat (1) Qanun Jinayat Aceh dengan SE Gubernur Nomor 451/11286. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perbedaan mendasar terkait pemidanaan khalwat yang ada dalam Qanun Jinayat Aceh dengan SE Gubernur Aceh, hal ini bisa menimbulkan konflik hukum ke depannya akibat terjadinya penafsiran hukum oleh pihak-pihak tertentu. Dinamika hukum  di Aceh terkait khalwat ini sesegera mungkin harus ditangani sebelum terjadi konflik hukum nantinya, dengan cara merevisi ulang terkait makna khalwat dan harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Jurnal dan Buku

Abu‘Abdullah ibn Ahmad ibn Hanbal ibn Hilal ibn ‘Asad al-Syaibani, Musnad al-Imam Ahmad ibn Hanbal, juz. XI (Cet. I; Muassasah al-Risalah, 2001 M).

Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996).

Al Yasa’ Abu Bakar, Syariat Islam di Provinsi NAD, Pradigma, Kebijakan dan Kegiatan, (Banda Aceh : Dinas Syariat Islam Provinsi NAD, 2005).

Berutu, Ali Geno. “Qanun Aceh No. 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat Dalam Pandangan Fikih Dan Kuhp” 1, no. 2 (2016): 87–106.

Bukhari. “Khalwat Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif.” Jurisprudensi 10, no. 2 (2018). https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v10i2.942.

Fahad Salim Bahammam, Panduan Wisatawan Muslim (Cet. I; Pustaka al-Kautsar, 2011).

Izzah, Lailatul, Eva Yuliza, Hanny Rufaidah Damra, and Muhammad Surahman. “Pengaruh Khalwat Tareqat Naqsabandiyah Terhadap Emotional Control Dan Kualitas Ibadah Pada Santri Di Ponpes Darus Shofa Kandis” 5, no. 2 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v5i2.579.

Kamarusdiana. “Qânûn Jinâyat Aceh Dalam Perspektif” 16, no. 2 (2016): 151–62. https://doi.org/https://doi.org/10.15408/ajis.v16i2.4445.

L, Debora Sanur. “Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus Di Aceh Implementation of Special Autonomy Policies In Aceh” 11, no. 1 (2020): 65–83. https://doi.org/10.22212/jp.v11i1.1580.

Muhammad Wiranto, Nasri Akib. “ARANGAN MENDEKATI ZINA DALAM Q.S. AL-ISRA‘/17:32 (ANALISIS KAJIAN TAHLILI)” 2, no. 1 (2022): 33–51. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31332/elmaqra.v2i1.3989.

Muksalmina, Muksalmina, Muhammad Rudi Syahputra, Sari Yulis, and Joelman Subaidi. “Khalwat Dalam Kajian Hukum Pidana Islam Dan Penyelesaiannya Menurut Qanun Jinayat Aceh.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 2, no. 4 (2023): 435–41. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i4.806.

Mulizar, Asmuni, and Dhiauddin Tanjung. “Maqashid Sharia Perspective of Legal Sanction for Khalwat Actors in Aceh.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 7, no. 1 (2022): 161–82. https://doi.org/10.29240/jhi.v7i1.3587.

Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, (Mataram: Mataram University Press, 2020).

Muhammad Siddiq Armia, Penentuan Metode dan Pendekatan Penelitian Hukum, (Banda Aceh, LKKi, 2022).

Muslim Bin al-Hajjaj Abu al-Husain al-Qusyairi al-Nisaburi, Sahih Muslim, Juz IV (Saudiy, Riyad: Dar Taibah Li al-Nasyr wa al-Tawwazzu, 1427 H/ 2006 M).

Muhammad Ali Muhammad Imam, Silah al-Buyut fi Jihadi al-Rasul, Juz I (Cct. I; Mesir: Matba’a l-Islamiyyah, 2009 M).

Muhammad Solikin, Rahasia Hiudp Makrifat selalu Bersama Allah, (Jakarta, 2013).

Nur Solikin, Pengantar Metodologi Penelitian Hukum, (Jawa Timur, Penerbit Qiasa Median, 2021).

Rakib, Abdur. “PERGAULAN DALAM PERTUNANGAN DAN KHALWAT FI MA ’ NA AL -HAML?:” 6, no. 1 (2019): 35–55.

Sihombing, Eka N.A.M. “ANALISIS WACANA HUKUMAN PANCUNG DI PROVINSI ACEH.” Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undang, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Vol 16, No (2019).

Simamora, Janpatar. “TAFSIR MAKNA NEGARA HUKUM DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945,” 1945, 547–61.

Yayan Musthofa, Roem Rowi. “PEMBATAS KHALWAT DIRUNUT DARI AYAT-AYAT AL-QURAN: KAJIAN TAFSIR MAU??`IY BERDASARKAN URUTAN TURUNNYA SURAT” 4, no. 2 (2021): 85–102. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/tahkim.v4i2.6967.

Yoesoef, Al Yasa’ Abubakar dan M. Daud. “Qanun Sebagai Peraturan Pelaksanaan Otonomi Khusus Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam” 1, no. 3 (2004): 15–30. https://doi.org/https://doi.org/10.54629/jli.v1i3.277.

Perundang-Undangan

Qanun Aceh No.14 Tahun 2003 tentang Khalwat.

Pasal 12 ayat (1) Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

SE Gubernur Aceh No. 451/11286 tentang Penguatan dan Peningkatan Pelaksanaan Syariat Islam bagi ASN dan Masyarakat Aceh.

Web

“Index @ Www.Acehtrend.Com,” n.d., https://www.acehtrend.com/.

https://www.kompas.com/tren/read/2023/02/23/183000465/mengapa-di-lingkungan-kerja-rawan-terjadi-selingkuh-ini-kata-sosiolog?page=all

https://id.quora.com/Mengapa-perselingkuhan-sering-terjadi-di-lingkungan-pekerjaan

https://kumparan.com/kumparanwoman/ask-the-expert-mengapa-perselingkuhan-sering-terjadi-di-tempat-kerja-1sf1A2h7tYg

https://www.kompas.com/tren/read/2023/02/23/183000465/mengapa-di-lingkungan-kerja-rawan-terjadi-selingkuh-ini-kata-sosiolog?page=all

https://www.betterhelp.com/advice/attraction/the-science-behind-pheromones-attraction/

https://m.antaranews.com/berita/68724/dua-mahasiswa-iain-ar-raniry-dipecat-karena-berbuat-mesum

https://www.acehtrend.com/news/sempat-viral-isteri-prof-syamsul-rijal-sampaikan-klarifikasi/index.html

Downloads

Published

2024-10-13

How to Cite

Azharuddin, A., Masyitha, S. ., Tia, N. I. ., Oktizanna, W. ., & Maghfirah, S. . (2024). Dinamika Pemidanaan Khalwat di Aceh: Urgensi Revisi Qanun Jinayat untuk Mencegah Konflik Hukum. El-Suffah: Jurnal Studi Islam, 1(2), 185–205. https://doi.org/10.70742/suffah.v1i2.73