Dari Pasar Tradisional ke Platform Digital: Relevansi Akad Salam dalam Fiqih Muamalah Klasik terhadap E-Commerce

Authors

  • Hasna Azhaari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhamad Zen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.70742/arjeis.v2i1.406

Keywords:

E-Commerce, Salam contract, Fiqih Muamalah , akad salam

Abstract

The age of information technology has changed the face of global trade to become digital, one of which is through e-commerce. This has become an interesting phenomenon in the view of classical salam contracts. The application of modern innovation concepts with various futuristic offers in buying and selling can give birth to new concepts that have the potential to change the provisions of classical muamalah law. This study aims to analyze the application of digital salam contracts and legal adjustments with classical fiqh requirements. The method used is descriptive qualitative through a library research approach. The research data sources were examined from various written sources, including Fatwa DSN-MUI No.05/DSN-MUI/IV/2000 on Salam Transactions, the book Al-Mughni, other books, scientific articles, and relevant official documents through content analysis).  The results of the study indicate that the discussion of digital contracts by contemporary scholars in Islamic commercial law literature state that the use of digital Salam contracts is consistent with classical fiqh requirements provided they meet the fundamental pillars and conditions. Based on the guidelines of classical muamalah fiqh, which essentially states that all forms of muamalah are permissible unless there is evidence to prohibit them. Digital technology is nothing more than a means and does not change the essence of the contract. Islamic muamalah does not automatically oppose technological advances as long as the innovation complies with basic rules such as the prohibition of riba, gharar (uncertainty), and injustice. This legal orientation is taken from modern ijtihad fiqh muamalah today.

Abstrak: Zaman teknologi informasi yang telah mengubah wajah perdagangan global menjadi serba digital salah satunya melalui e-commerce, hal ini menjadi fenomena menarik dalam pandangan hukum akad salam klasik. Pengaplikasian konsep inovasi modern dengan berbagai penawaran futuristic pada jual beli yang dapat melahirkan konsep baru sehingga berpotensi terhadap perubahan ketentuan hukum muamalah klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaplikasian akad salam digital dan penyesuaian hukum dengan syarat fiqih klasik. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data penelitian dengan menelaah diberbagai sumber tertulis, termasuk Fatwa DSN-MUI No.05/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Salam, kitab Al-Mughni, buku-buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan melalui analisis isi).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembahasan akad digital oleh para ulama kontemporer dalam literatur fiqih muamalah Indonesia menyatakan penggunaan akad salam digital sudah sesuai dengan syarat fiqih klasik asal memenuhi rukun dan syarat dasar tersebut. Berdasarkan pedoman fiqih muamalah klasik yang pada dasarnya semua bentuk muamalah boleh dilakukan terkecuali terdapat dalil yang mengharamkannya. Teknologi digital tidak lebih dari suatu wasilah dan tidak mengubah inti akad. Muamalah islam tidak secara otomatis menentang kemajuan adanya teknologi selama inovasi tersebut mematuhi aturan dasar seperti larangan riba, gharar (ketidakpastian) dan kezaliman. Orientasi hukum ini diambil dari ijthad modern fiqih muamalah masa kini.

References

Alfarizi, A., & Imsar. (2025). Analisis Fiqih Muamalah dalam Transaksi Jual Beli Online Menurut Perspektif Hukum Islam dan Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, Dan Pajak, 2(3), 191–201.

Dhinarti, L., & Amalia, F. (2019). E-commerce dalam Perspektif Fiqh Muamalat. Conference on Islamic Management, Accounting, and Economics (CIMAE) Proceeding, 2(18), 162–169.

Fawaid, I. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Oprasional Akad Salam Dalam Jual Beli Secara Online. Jurnal Al-Hukmi, 1(2), 317–328.

Hasan, A. F. (2018). Fiqh Muammalah dari Klasik hingga Kontemporer (Teori dan Praktek). In UIN-Maliki Malang Press (Issue 1). UIN-Maliki Malang Press.

Indonesia, Badan Pusat Statistik: BPS-Statistic. 2025. Statistik E-Commerce 2023. Vol. 6. Jakarta: Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia.

Indrajit, R. E. (2002). Electronic Comamerce: Strategi Dan Konsep Bisnis Di Dunia Maya. Aptikom.

Keuangan, D. P. dan P. P. S. O. J. (2020). Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025. In Sustainability (SwiOtoritas Jasa Keuangantzerland).

Kurniati, Y. N., & Sohrah. (2021). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Dessert Box Online Dengan Akad Salam. El-Iqtishady, 3(1), 74–86.

Kurniawan, C., Saputra, H. E., Safitri, Y. D., & Sisdianto, E. (2024). Analisis Akad Salam (PSAK Syariah 103) Pada Transaksi Jual Beli Online. Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif, 1(2), 14–23.

Makki, A., & R., A. M. (2022). Sistem Transaksi Akad Salam Di Lembaga Keuangan Syariah (LKS): Analisis Kritis Implementasi Akad Salam Prespektif Fiqih Muamalah Kontemporer. An-Nawazil: Jurnal Hukum Dan Syariah Kontemporer, 4(1), 1–21.

Mufarizzaturrizkiyah, Aziz, A., & Leliya. (2019). E-Commerce: Perilaku Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa Muslim (Surver pada Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon). In IOP Conference Series: CV. Elsi ProMaterials Science and Engineering. CV. Elsi Pro.

Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Jual Beli, 1 (2017).

Ningsih, P. K. (2021). Fiqih Muamalah (I. Subchi (ed.); 1st ed.). Rajawali Pers PT Rajagrafindo Persada.

Nurjanan, M. I., Ayu, D., Al-Rasyid, C. S., & Witro, D. (2021). Jual Beli Online dan Penentuan Hukum yang Terjadi di dalamnya. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 24(2), 340–364.

Pahra, J. (2022). Akad Salam Menurut Fatwa DSN MUI Nomor 05/DSNMUI/IV/2000. Al-Hiwalah?: Journal Syariah Economic Law, 1(1), 85–100.

Putri, N. C., Maulida, & Mayanti, H. (2024). Eksistensi Ekonomi Digital Dalam Perspektif Islam. Religion?: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(2), 246–255.

Qudamah, I. (2008). Al-Mughni: Pembahasan Tentang: Sifat Haji dan Jual Beli (Jilid 5). Pustaka Azzam.

Sauqi, M., Amrizal, M., & Pauzaturrahman. (2025). Analisis Komprehensif Uang Digital sebagai Pilar Sistem Keuangan Modern: Inovasi, Tantangan , dan Perspektif Syariah. Nisbah: Jurnal Keuangan Dan Perbankan Syariah, 2(1), 268–283.

Siregar, H. S., & Khoerudin, K. (2019). Fiqih Muamalah: Teori dan Implementasi (P. Latifah (ed.)). PT. Remaja Rosdakarya.

Zen, M., & Amelia, R. L. (2024). Akad Tabarru’ dan Mu’awadhat dalam Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. Jurnal Manajemen Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, 1(1), 40–54.

Zen, M., & Fadilah, N. (2024). Urgensi Zakat Dan Waqaf Dalam Pembangunan Ekonomi Syariah Kontemporer The Urgency of Zakat and Waqaf in Contemporary Sharia Economic Development. Jurnal Abdurrauf Law and Sharia, 1(2), 191–217.

Published

2025-10-17

How to Cite

Azhaari, H. ., & Zen, M. . (2025). Dari Pasar Tradisional ke Platform Digital: Relevansi Akad Salam dalam Fiqih Muamalah Klasik terhadap E-Commerce. Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies, 2(1), 36–48. https://doi.org/10.70742/arjeis.v2i1.406