Between Informal Marriage and Legal Certainty: Determining Marital Status through Isbat Nikah at the South Jakarta Religious Court
DOI:
https://doi.org/10.70742/ahlika.v2i2.424Keywords:
Nikah sirri, isbat nikah, marital status, legal certainty, family rightsAbstract
The phenomenon of unofficial marriages, or "nikah sirri," remains a complex issue in society, particularly regarding the legal status of the marriage and its impact on the rights of the wife and children. This study aims to analyze the factors contributing to unofficial marriages and the efforts to establish the legal status of such marriages in the Pancoran District, South Jakarta. The research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observations, interviews with advocates, religious leaders, staff from the Pancoran Marriage Office (KUA), and relevant documentation. The findings of the study indicate that (1) unofficial marriages have consequences, including the invalidity of the marriage status under national law and the absence of the husband's financial responsibility and inheritance rights for the wife and children; (2) the main factors contributing to nikah sirri include love, pregnancy outside of marriage, and family pressure; (3) efforts to validate the marriage status are carried out by applying for marriage registration (isbat nikah) at the Religious Court, which can legalize the marriage under state law. These findings offer new insights into the importance of validating marriage status for safeguarding family rights.
[Fenomena perkawinan di bawah tangan atau nikah sirri masih menjadi isu kompleks di masyarakat, terutama terkait dengan status perkawinan yang tidak sah menurut hukum dan dampaknya terhadap hak-hak istri dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab perkawinan di bawah tangan serta upaya penetapan status perkawinan tersebut di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan advokat, penghulu, staf Kantor KUA Pancoran, serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perkawinan di bawah tangan berdampak pada ketidakabsahan status perkawinan menurut hukum negara dan tidak adanya kewajiban nafkah serta hak waris dari suami kepada istri dan anak; (2) faktor penyebab utama nikah sirri meliputi faktor cinta, kehamilan di luar nikah, dan tekanan keluarga; (3) upaya penetapan status perkawinan dilakukan dengan mengajukan isbat nikah ke Pengadilan Agama, yang dapat mengesahkan perkawinan tersebut secara negara. Temuan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya penetapan status perkawinan yang sah bagi hak-hak keluarga.]
Downloads
References
Journals and Books
Abdullah, Wasian. Akibat Hukum Perkawinan Siri (Tidak Dicatatkan) Terhadap Kedudukan Istri, Anak, dan Harta Kekayaan Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan. Semarang: Universitas Diponegoro, 2010.
Adam, Zainuddin, Nasaruddin Nasaruddin, and Hilal Malarangan. "Problematic of Sirri Marriage in Banggai Islands District: The Case of Aliyan Imamullah’s Deviant Sect Marriage Central Peling District, Banggai Islands Regency." International Journal Of Contemporary Islamic Law And Society 4, no. 2 (2022): 50-62.
Anshari, Nur. "Inheritance rights of children from sirri marriages: An analysis based on fiqh and positive law in Indonesia." International Journal of Sharia Studies 1, no. 1 (2023).
Alkahlani, Sayyid Muhammad bin Ismail. Subul al-Salam. Tanpa penerbit, 117.
Amalia, Putri, dan Lilik Andaryuni. “Menguatkan Ikatan: Memahami Hubungan Suami Isteri dalam Keluarga.” Jurnal Ilmu Hukum THE JURIS VIII, no. 2 (2024): 404–413.
Ayyub Zar’iy, Muhammad ibn Abi Bakr Abu Abdillah. Zad al-Ma‘ad. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1973.
Aziz Dahlan, Abdul, et al. (ed.). Encyclopedia of Islamic Law. Vol. 1. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1996.
Burhanuddin. Menjawab Semua Pertanyaan Tentang Nikah Siri. Yogyakarta: MedPress Digital, 2012.
Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI. Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama. Jakarta: Depag RI, 139.
Ditbinbapera. Berbagai Pandangan terhadap Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Al-Hikmah, 1993.
Efendi, Satria, dan M. Zein. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer. Jakarta: Prenada Media, 2004.
Fanani, Zainal. "Nik?h sirri and its impact: the perspective of maqashid ash-shari’ah of imam asy-syathiby." At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah 12, no. 2 (2024): 171-181. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v12i2.455
Hafidzi, Anwar, Bahran Bahran, Fuad Luthfi, Rusdiyah Rusdiyah, Mohd Hatta Mohamed Ali, and Ali Banaeian Esfahani. "Sirri Marriage Celebration and Its Impact on Social Change in Banjarese Community, South Kalimantan." Al-Ahkam 32, no. 2 (2022): 153-168. https://doi.org/10.21580/ahkam.2022.32.2.12789
Indra, Hasbi. Potret Wanita Shalehah. Jakarta: Penamadani, 2004.
Islami, Irfan. Perkawinan di Bawah Tangan (Kawin Sirri) dan Akibat Hukumnya. Jakarta: Universitas YARSI, 2017.
Kompilasi Hukum Islam. Pasal 7.
Laluddin, Hayatullah, Norhoneydayatie Abdul Manap, Ahmad Azam bin Mohd Shariff, Ahmad Bin Muhammad Husni, Zuliza Mohd Kusrin, Ibnor Azli Ibrahim, and Nazura Abdul Manap. "The contract of marriage and its purposes from Islamic perspective." Asian Social Science 10, no. 2 (2014): 139. http://dx.doi.org/10.5539/ass.v10n2p139
Mariadi, Mariadi. "Marriage registration procedures and its legal impacts." International Journal of Sharia Studies 1, no. 1 (2023). https://doi.org/10.61810/ijss.v1i1.4
Mulyani, Maulidia. "Marriage Registration in the Qur’an: Historical Insights and Contemporary Legal Relevance." Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 2 (2024): 1-12. https://doi.org/10.33367/legitima.v6i2.5354
Mahfan. Sosok Wanita Shalehah dalam Keluarga Sakinah. Jakarta: Sandro Jaya, 2006.
Mahkamah Agung RI. Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Agama (Buku II). Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2010.
_____, Materi Rakernas Mahkamah Agung RI. Jakarta,
Nurhaedi, Dadi. Nikah di Bawah Tangan (Praktik Nikah Sirri Mahasiswa Jogja). Yogyakarta: Saujana, 2003.
Rasyid, Roihan A. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rofiq, Ahmad. Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998.
Saqaf, Syekh Ibnu Idrus Al-Idrus Alawi bin Abi Bakar. Bulugh al-Maram. Bab Nikah.
Supreme Court of Indonesia. Technical Guidelines for Administrative and Technical Religious Courts (Book II). Jakarta, 2010.
Tirmizi, Abu ‘Isa. Sunan al-Tirmidzi. Hadis No. 1009.
Zainuri, Andi, Ahmad Muslimin, and Ahmad Mukhlishin. "Problems of Sirri Marriage and Prisoners: A Case Study in Sukadana, East Lampung, Indonesia." El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga 6, no. 2 (2023): 335-347. https://doi.org/10.22373/ujhk.v6i2.17487
Interviews
Aziz, Abdul. Legal Practitioner. Interview, Indonesia. 2025
Adam. Head of KUA Pancoran. Interview, Indonesia. 2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kartika Sari, Azmi Islami, Delpa Firdaus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







