Musyawarah Badunsanak: Conflict Resolution Efforts in Bungus Teluk Kabung Padang City
DOI:
https://doi.org/10.70742/ahlika.v2i2.343Keywords:
Divorce, Divorce, Minangkabau Customary Law, and familyAbstract
This study examines the impact of divorce in a Minangkabau family in Bungus Teluk Kabung, West Sumatra, which adheres to a matrilineal kinship system. The main issues raised include two questions: first, how does divorce affect family structure and social relations in Minangkabau society, and second, what is the role of customary law and Islamic law, especially maqashid sharia, in resolving divorce cases and protecting the rights of women and children? This research uses a descriptive qualitative method with a field approach, through in-depth interviews with affected individuals, traditional leaders, and officials of the Religious Court and KUA. The results show that divorce not only affects the couple, but also disrupts social stability and weakens the extended family structure. In the matrilineal system, children are still cared for by the mother, but women often bear the economic and social burden after divorce. Musyawarah badunsanak as a customary mechanism is still predominantly used, but has no formal legal force in guaranteeing the rights of women and children. On the other hand, the Religious Courts play an important role in upholding justice through the maqashid sharia approach, such as the protection of offspring (hifz an-nasl) and property (hifz al-mal). This study concludes that synergy between customary approaches and Islamic law is needed so that divorce can be resolved fairly and equitably in the local socio-cultural context.
[Penelitian ini mengkaji dampak perceraian dalam keluarga Minangkabau di Bungus Teluk Kabung, Sumatera Barat, yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Permasalahan utama yang diangkat meliputi dua pertanyaan pertama Bagaimana perceraian memengaruhi struktur keluarga dan relasi sosial dalam masyarakat Minangkabau?, dan kedua Bagaimana peran hukum adat dan hukum Islam, khususnya maqashid syariah, dalam menyelesaikan perkara perceraian serta melindungi hak perempuan dan anak? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan, melalui wawancara mendalam dengan individu terdampak, tokoh adat, serta aparat Pengadilan Agama dan KUA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi turut mengganggu stabilitas sosial dan memperlemah struktur keluarga besar. Dalam sistem matrilineal, anak tetap diasuh oleh pihak ibu, namun perempuan sering memikul beban ekonomi dan sosial pascaperceraian. Musyawarah badunsanak sebagai mekanisme adat masih dominan digunakan, namun tidak memiliki kekuatan hukum formal dalam menjamin hak-hak perempuan dan anak. Di sisi lain, Pengadilan Agama memainkan peran penting dalam penegakan keadilan melalui pendekatan maqashid syariah, seperti perlindungan terhadap keturunan (hifz an-nasl) dan harta (hifz al-mal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendekatan adat dan hukum Islam sangat diperlukan agar perceraian dapat diselesaikan secara adil dan berkeadilan dalam konteks sosial-budaya lokal.]
Downloads
References
Amato, P. R. “The Consequences of Divorce for Adults and Children,” 2020, 1269–1287.
Awaru, A. Octamaya Tenri. Family Sociology. Definitions, 2020. https://doi.org/10.32388/zxlcjz.
Burhanudin, Achmad Asfi. “Kewajiban Orang Tua Atas Hak-Hak Anak Pasca Perceraian.” El-Faqih 1, no. 1 (2015): 28–69. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/44620332/648-1899-1-PB-with-cover-page-v2.pdf?Expires=1632245801&Signature=Cxy-KN5V8c0GI0y3eZIqCTfN440LGs1mJ860YUXj1W9-Ma3Tvm7sEpobnxQzNE0EvyuSKmSG1wIPIeaFDoPfxUDP1Pe-daWk3ds6F45tM0dWivwpYOflghcz0yv44GjM2zsCpecVEWgCqI.
Chan, Afif Shobhan. “PERANAN NINIK MAMAK SEBAGAI MEDIATOR DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK KELUARGA DI MINANGKABAU (Studi Kasus Nagari Salimpaung, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar),” 2024.
Darmawan, Bagus Ary, M Reza Saputra, Jaenal Aripin, Prodi Hukum Keluarga, Fakultas Syariah, Dan Hukum, Universitas Islam, and Negeri Syarif. “Analisis Hak Asuh Anak Dalam Putusan Pengadilan Agama Lahat Nomor 685 / Pdt . G / 2022 / Pa . Lt?: Perspektif Maqâsid Al- Syarî ’ Ah Muhammad Thâhir Ibn Âsyûr Magister Hukum , Fakultas Hukum , Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ,” no. 4 (2024).
Darmuji, Rahmad. “Tradisi Manjapuik Dalam Tindakan Baganyi: Studi Mediasi Dalam Konflik Rumah Tangga Minangkabau,” 2024.
Demartoto, Argyo. “Strukturalisme Konflik: Pemahaman Akan Konflik Pada Masyarakat Industri Menurut Lewis Coser Dan Ralf Dahrendorf.” Jurnal Sosiologi 24, no. 1 (2010): 2–65.
Doni Azhari. “Yogyakarta 2024,” 2024.
Dr. Fikri, S.Ag., M.HI, and M.Ag Dr. Agus Muchsin. HAK-HAK ANAK DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Pendekatan Yurisprudensi Di Pengadilan Agama, 2022.
Idris, Nurwani. “Kedudukan Perempuan Dan Aktualisasi Politik Dalam Masyarakat Matrilinial Minangkabau.” Masyarakat Kebudayaan Dan Politik 25, no. 2 (2005): 1–11. https://www.mendeley.com/catalogue/bcfc3a8e-0327-3850-b410-5b2a2c1b81c9/?utm_source=desktop&utm_medium=1.19.4&utm_campaign=open_catalog&userDocumentId=%7B6f6e73dc-01ed-4f33-84e2-4747e7a5d8a3%7D#author supplied keywords-title.
Ihsan, Muhammad. “Dualisme Kewenangan Penyelesaian Sengketa Antara Mahkamah Syar’iyah Dan Lembaga Peradilan Adat.” Tanfidziy: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Siyasah Vol. 2, no. No. 1 (2023): 1–19. https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/tanfidziy/article/view/1558.
Julir, Nenan. “Akulturasi Adat Perkawinan Minang Ke Dalam Hukum Perkawinan Islam Dan Relevansinya Terhadap Pengembangan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia.” Disertasi, 2020, 40–45.
Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. remadja karya, 1989.
Muh.Said HM, Syafi’ah, Usman. “MENJAGA TRADISI: Dinamika Hukum Adat Dalam Perkawinan Di Asia Tenggara” 20, no. 2 (2024).
Nasution, Syukri Albani. Antara Fikih Munakahat Dan Teori Neo-Receptie In Complexu, 2019.
Nurhikmah.Purnamasari, Nur Indah, and Nursalam. “Between Mahar and Uang Panai: A Comparative Study of Islamic Family Law and Customary Law in Marriage Traditions of South Sulawesi.” Concept and Communication null, no. 23 (2019): 301–16. https://doi.org/10.15797/concom.2019..23.009.
NURMANI ANISA. BEBAN PEREMPUAN TERHADAP TANGGUNGAN BIAYA HIDUP ANAK PASCA CERAI Studi Kasus Di Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues. Pharmacognosy Magazine. Vol. 75, 2021.
Pulungan, Sahmiar, Heri Firmansyah, Irvan Bahri, Universitas Islam, and Negeri Sumatera. “Pada Pengadilan Agama Medan Dan Pengadilan Agama,” 2022.
Putri, Rabiatul Adawiyah Catur. “Pembagian Harta Bersama Pascaperceraian Dalam Perkawinan Adat Matrilineal Di Minangkabau Menurut Hukum Positif Dan Fiqh Islam,” 2022.
Roza, Yanti Mulia. Konflik Dan Akomodasi Antara Adat Dan Agama Dengan Pemerintah Sumatera Barat Tahun 1999 Hingga 2015 (Studi Kasus Kabupaten Tanah Datar). Vol. 2015, 2020. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/50348/1/Yanti Mulia Roza- SPS.pdf.
Sari, Reni Permata. “Laporan Penelitian Tahun 2019,” 2019.
Setiawan, M Agung, Hendri Zola Efendi, Koto Tangah, and Kecamatan Tilatang Kamang. “KONFLIK DAN RESOLUSI DALAM PEMBAGIAN HARTA PASCA” 2, no. 1 (2024): 42–52.
Subagiya, Bahrum. “Eksplorasi Penelitian Pendidikan Agama Islam Melalui Kajian Literatur: Pemahaman Konseptual Dan Aplikasi Praktis.” Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 3 (2023): 304–18. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i3.13829.
Sulfinadia, Hamda. “The Phenomenon Marriage Is Scary?: Causal Factors and Efforts Faced by Muslim Communities Is Indonesia” 10, no. 1 (2025): 355–77. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i1.12414.
Syamsi Yusrizal. “Hukum Keluarga Matrilineal Minangkabau Dalam Perspektif Maqashid Syari’ah.,” 2020.
Wandoyo, Vierda Anggraini. “Al-Iqtisodiyah?: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam.” Al-Iqtisodiyah: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam, 2024, 21–33.
Zulfikar, Aminah, Azharuddin. “The Effectiveness of Mediation in the Syar ’ Iyah Court of Idi in Divorce Cases Institut Agama Islam Negeri Langsa , Indonesia”1,no.2(2024):90–110. https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i2.48.
Interviews
Interview with Angku Sabar, Ninikmamak of Bungus Teluk Kabung, 2025
Interview with Lasmaini, 39, a widow in Bungus Teluk Kabung, 2025
Interview with Padang City Religious Court officials, 2025
Interview with Bungus Teluk Kabung District Court officials, 2025
Interview with children affected by divorce, 2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fathul Gani Gani, Hamda Sulfinadia, Betria Maiyulanda, Asma Salaemae, Nuru Hayatee

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







