Problematika Lembaga Dakwah MUI Sumatera Utara

Authors

  • Ahmad Turmuzi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan
  • Ima Sania Nur Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan
  • Cindy Ramadhani Manik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan
  • Muniruddin Muniruddin Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.70742/asoc.v2i2.536

Abstract

This study examines various issues faced by the Religious Outreach Institution of the Indonesian Ulema Council (MUI) in North Sumatra in carrying out its functions of guidance, strengthening Islamic values, and providing religious outreach services to the community. The study focuses on managerial aspects, institutional matters, the quality of religious preachers, and the effectiveness of outreach programs implemented at the provincial level. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and reviews of official documents from MUI North Sumatra. The results of the study indicate that the MUI outreach institution still faces several challenges, including suboptimal coordination between sectors, limited program funding, gaps in preacher competencies, and a lack of innovative media and outreach strategies that are adaptive to digital developments. In addition, external challenges such as the plurality of society, the rapid flow of information, and the influence of transnational religious ideologies also affect the dynamics of da'wah within the MUI of North Sumatra. This study emphasizes the need to strengthen institutional capacity, improve the professionalism of da'i, and develop a technology-based collaborative da'wah model to enhance MUI's strategic role in guiding Muslims in North Sumatra. The findings of this study are expected to serve as a reference for policymakers in formulating more responsive directions and strategies for da'wah that address community needs.

[Penelitian ini mengkaji berbagai problematika yang dihadapi Lembaga Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam menjalankan fungsi pembinaan, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pelayanan dakwah kepada masyarakat. Fokus kajian diarahkan pada aspek manajerial, kelembagaan, kualitas sumber daya dai, serta efektivitas program dakwah yang dilaksanakan di tingkat provinsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen resmi MUI Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah MUI masih menghadapi sejumlah kendala, meliputi kurang optimalnya koordinasi antarbidang, keterbatasan pendanaan program, kesenjangan kompetensi dai, serta minimnya inovasi media dan strategi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan digital. Selain itu, tantangan eksternal seperti pluralitas masyarakat, derasnya arus informasi, dan pengaruh ideologi keagamaan transnasional turut memengaruhi dinamika dakwah di lingkungan MUI Sumatera Utara. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan profesionalisme dai, serta pengembangan model dakwah kolaboratif berbasis teknologi untuk meningkatkan peran strategis MUI dalam membina umat Islam di Sumatera Utara. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan arah dan strategi dakwah yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.]

References

Aisyah, S. (2019). Public Speaking dan Kontribusinya Terhadap Kompetensi DAI. Jurnal Ilmu Dakwah, 37(2). https://doi.org/10.21580/jid.v37.2.2705

Arifin, Z. (2020). Peran Majelis Ulama Indonesia dalam Pembinaan Umat di Era Reformasi. Jurnal Al-Daulah, 8(2).

Fadli, M. (2022). Tantangan Dakwah Institusional di Era Digital. Jurnal Komunikasi Islam, 12(1).

Gorat, R. E., &. Qarni, W. (2025). Manajemen Dakwah Dewan Masjid Indonesia Kota Medan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Pengurus Masjid. Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam. https://doi.org/10.37092/khabar.v7i1.1190.

Hasanah, U. (2020). Kualifikasi Da’i: Komparasi Konseptual Retorika Dakwah Dan Retorika Aristoteles. Jurnal Komunikasi Islam. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.2.256-275

Kasir, I. (2022). Peran Dakwah Digital dalam Menyebarkan Pesan Islam di Era Modern. Jurnal Nasional, 11(1). https://doi.org/10.54621/jn.v11i1.842

Kholili, M. (2024). Islamic Proselytizing in Digital Religion in Indonesia. Cogent Social Sciences. https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2357460

Mupida, S. (2020). The Ulama in Indonesia: Between Religious Authority and Symbolic Power. Jurnal Studi Keislaman. https://doi.org/10.18326/inject.v4i1.27-46

Naamy, N. (2023a). Dakwah di Era Digital: Tantangan Sosiologis dan Solusinya. Al-Munawwarah?: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 128–146.

Naamy, N. (2023b). Da’wah on New Media and Religious Authorities in Indonesia. Jurnal Dakwah (Walisongo).

Rachmawati, T. S. (2022). Urgensi Manajemen Dakwah dalam Pelaksanaan Pendidikan Kader Ulama (MUI DKI Jakarta). Tahdzib Al-Akhlaq. https://doi.org/10.34005/tahdzib.v5i1.1951

Rahmawati, S. (2021). Manajemen Strategis Lembaga Dakwah dalam Meningkatkan Efektivitas Program Keagamaan. Jurnal Manajemen Dakwah, 5(1).

Rohmawati, H. S., Zulkifli, &. Nashrul Hakiem. (2024). Mediatization and Hypermediation in Digital Religion and the Transformation of Indonesian Muslim Religious Practices. Jurnal Sosiologi Agama. https://doi.org/10.14421/jsa.2024.182-01

Sarinawati, S. (2025). Religiusitas di Era Digital: Transformasi Praktik Keagamaan di Kalangan Generasi Z. Khazanah: Journal of Religious and Social Scientific. https://doi.org/10.70742/khazanah.v1i1.259

Sugiono. (2020). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-03-08

How to Cite

Turmuzi, A., Nur, I. S. ., Manik, C. R. ., & Muniruddin, M. (2026). Problematika Lembaga Dakwah MUI Sumatera Utara. Abdurrauf Science and Society, 2(2), 103–112. https://doi.org/10.70742/asoc.v2i2.536