Pengaruh Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa kelas X SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat

Authors

  • Andriano Paulus Pontoh Universitas Negeri Manado
  • Aksilas Dasfordate Universitas Negeri Manado
  • Hetreda Terry Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.70742/asoc.v1i4.318

Keywords:

Teacher Social Competence, Teacher Personality Competence, Learning Motivation, History Learning, Multiple Linear Regression

Abstract

This study aims to determine the effect of social competence and teacher personality on the motivation to learn history of class X students at SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat. This study uses a quantitative approach with an associative method. The research sample consisted of 160 students selected using proportional random sampling techniques from a total population of 267 students. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale, and analyzed using multiple linear regression through the SPSS version 30 program. The results of the study showed that partially and simultaneously, social competence and teacher personality competence had a significant effect on students' motivation to learn history. The significance value of the social competence variable (X1) was 0.001 and personality competence (X2) was 0.029, both of which were less than 0.05. The regression equation obtained was Y = 45.575 + 0.310X1 + 0.196X2, indicating that increasing social competence and teacher personality were positively correlated with increasing students' motivation to learn history. The classical assumption test value showed no violation of normality, multicollinearity, and heteroscedasticity.

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sosial dan kepribadian guru terhadap motivasi belajar sejarah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian terdiri dari 160 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik sampling acak proporsional dari total populasi 267 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui program SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dan bersamaan, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi siswa untuk belajar sejarah. Nilai signifikansi variabel kompetensi sosial (X1) adalah 0,001 dan kompetensi kepribadian (X2) adalah 0,029, keduanya kurang dari 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 45,575 + 0,310X1 + 0,196X2, menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi sosial dan kepribadian guru berkorelasi positif dengan peningkatan motivasi siswa untuk belajar sejarah. Nilai uji asumsi klasik tidak menunjukkan pelanggaran normalitas, multikolinearitas, dan heteroskadastisitas.

Kata kunci:Kompetensi Sosial Guru, Kompetensi Kepribadian Guru, Motivasi Belajar, Pembelajaran Sejarah, Regresi Linier Berganda

References

A.M, Sardiman. 2016. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo.

Abdul Haris Nasution. 2016. Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi Multi Kasus di MTsN Pucanglaban Dan MTsN Bandung Tulungagung). Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.

Agus Wibowo dan Hamrin. 2012. Menjadi Guru Berkarakter: Strategi Membangun Kompetensi dan Karakter Guru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agus Widarjono. 2017. Analisis Multivariate Terapan Dengan Program SPSS, AMOS, dan SMARTPLS. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Aman. (2011). Di Seputar Sejarah dan Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Free Ebook.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Ashsiddiqi, M. Hasbi. 2012. “Kompetensi Sosial Guru Dalam Pembelajaran Dan Pengembangannya” Jurnal TA’DIB.

Asmara Y. 2019. Pembelajaran Sejarah Menjadi Bermakna dengan Pendekatan Kontektual. KagangaJurnal Pendidik. Sej. dan Ris. Sos.

Asmi AR, Dhita AN, Supriyanto, et al. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Audio Berbasis Podcast Pada Materi Sejarah Lokal di Sumatera Selatan. Hist. J. Pendidik dan Peneliti Sejarah.

B. Uno, Hamzah. 2013. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara

Darsono, dkk. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Press.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Diana, R. R., Anshori, A., Nugraha, S. P., Ramadhan, Y. A., & Lukman. (2021). Motivasi belajar mahasiswa: peran dukungan sosial melalui mediator religiositas. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi

Dimyati, & Mudjiono.2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2015. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Drs. Syaiful Bahri Djamarah. 2014. Guru Dan Anak Didik Dalam Intraksi Edukatif. Jakarta : Pt Rineka Cipta.

E. Mulyasa. 2013. Standar Kompetensi dan Sertifikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ghozali, I. 2021. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 26 Edisi 10. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Hamalik, Oemar. 2016. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Hamzah, B. 2018. Psikologi Pendidikan: Pendekatan Baru dalam Dunia Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Hamzah B. Uno.2012. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hanafiah, Nanang & Cucu Suhana. 2019. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung : PT. Refika aditama.

Hardiana, Y. (2017). Pembelajaran sejarah Indonesia berbasis peristiwa-peristiwa lokal di Tasikmalaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah.

Hutauruk, A. F. (2019). Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMA Erlangga Pematangsiantar. Jasmerah

Iskandar. 2012. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Gunung Persada (GP) Press.

Janawi, 2012. Kompetensi Guru Citra Guru Profesional. Bandung : Alfabeta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2022. Laporan Pendidikan Nasional 2022.

Kochar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah. Jakarta: Grasindo.

Kunandar. 2014. Guru Profesional. Jakarta : Rajawali Pers.

M. Wali Mudri. 2010. “Kompetensi Dan Peranan Guru Dalam Pembelajaran”. Jurnal Falasifa.

Mesra, R., Erianjoni, E., Tuerah, P. R., Hamsa, H., Telaumbanua, A., Lase, K., & Gea, M. H. (2023). Teacher Skills in Leading Small Group Discussions to Class III Students of SD Inpres 10/73 Pandu. Technium Soc. Sci. J., 49, 1.

Muhtarom H. 2023. Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Lokal Di Sekolah Menengah Atas (SMA). Widya Winayata J. Pendidik. Sej.

Mulyana, A. (2010). Rahasia menjadi guru hebat. Jakarta: Grasindo.

Mulyana, D. 2004 Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. 2017. Guru dalam implementasi kurikulum 2013. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Nick Cowell dan Roy Gardner. 2019. Tekhnik Mengembangkan Guru Dan Siswa. Jakarta: PT. Grasindo.

Oemar Hamalik. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 28 Ayat 3.

Peraturan Pemerintahan RI. 2008. “Salinan lampiran peraturan pemerintan RI No. 74 Tahun 2008 tentang guru”. Jakarta: Tambahan Lembaran Negara RI.

Ramayulis. 2013. Profesi Dan Etika Keguruan. Jakarta: Kalam Mulia.

Ranchman Abror. 2002 Psikolgi Pendidikan. Yogyakarta : PT Tiara Wacana.

Reni Marlina. , 2012. “Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa dan Implikasinya Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi XI IPS SMA Kartika Siliwangi 2 Bandung Tahun Pelajaran 2011/2012”, Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Republik Indonesia. 2007. Permendiknas No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Seketariat Negara.

Rofa’ah. 2016. Pentingnya Kompetensi Guru dalam Kegiatan Pembelajaran dalam Perspektif Islam. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. 2000. Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being. American Psychologist.

Sagala, S. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Santie, Y. D., & Mesra, R. (2022). Manajemen Kelas Dosen Pendidikan Sosiologi Unima dalam Meningkatkan Semangat Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Online. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(3), 1039-1046.

Sanjaya, Wina. 2013. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencan

Santoso, Singgih. 2017. Menguasai statistik dengan SPSS 24. Jakarta: PT. Elexmedia Komputindo.

Santrock, J. W. 2020. Educational Psychology. New York: McGraw-Hill.

Siti Khazizah. 2008. “Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Kepribadian Guru PAI Terhadap Motivasi Belajar PAI Siswa di MTS Mujahidin Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2006/2007”. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo.

Siti Suwadah Rimang. 2011. “Meraih Predikat Guru dan Dosen Paripurna”. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabet.

Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Guru Profesional : pedoman kinerja, kualifikasi & Kompetensi Guru. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Sutrisna, G., & Artajaya, G. S. (2022). Problematika kompetensi kepribadian guru yang memengaruhi karakter peserta didik. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni.

Sutrisna, G., & Artini, L. P. (2020). Does Problem-Based Learning Affect Students’ Speaking Skill and Attitude toward ELL?. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa.

Suyanto dan Asep Jihad. 2017. Menjadi Guru Profesional. Jakarta : Esensi.

Suyanto, A. D., & Djihad, A. (2013). Bagaimana menjadi calon guru dan guru profesional. Yogyakarta: Multi Pressindo

Syah Muhibbin. 2017. Psikologi Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syaiful Sagala. 2008. “Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan”. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun. 2005. Tentang Guru dan Dosen ayat (1) Bab I ketentuan umum tentang Guru dan Dosen.

W.S. Winkel. 2009. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

Zainal Aqib. 2009. “Menjadi Guru Professional Berstandar Nasional”. Bandung: Yrama Widya.

Zakiah Daradjat. 2005. “Kepribadian Guru”. Jakarta: Bulan Bintang.

Zola, N., & Mudjiran, M. (2020). Analisis urgensi kompetensi kepribadian guru. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia

Downloads

Published

2025-06-22

How to Cite

Pontoh, A. P., Dasfordate, A. ., & Terry, H. . (2025). Pengaruh Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa kelas X SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat. Abdurrauf Science and Society, 1(4), 628–645. https://doi.org/10.70742/asoc.v1i4.318