Hak-Hak Perempuan dalam Perkawinan: Perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia

Authors

  • Hamdiyah Hamdiyah Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Al-Hilal Sigli

DOI:

https://doi.org/10.70742/asoc.v1i3.207

Keywords:

women's rights, Islamic family law, human rights, legal reconstruction, gender equality

Abstract

This study examines women's rights in marriage through a critical review of Islamic legal literature and international human rights instruments. Employing a library research method, it analyzes classical Islamic sources such as fiqh and tafsir, alongside contemporary literature including academic journals and human rights reports. The findings reveal that Islamic law provides a normative foundation for women’s marital rights—such as the right to maintenance, fair treatment, education, and divorce—yet their realization is often constrained by patriarchal biases in classical interpretations. Meanwhile, international conventions such as CEDAW emphasize the necessity of gender equality and non-discrimination, urging a more inclusive reconstruction of family law. This study recommends an integrative approach between Islamic values and human rights principles to support family law reform that is just and responsive to the needs of women.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak-hak perempuan dalam perkawinan berdasarkan literatur hukum Islam dan instrumen hak asasi manusia internasional. Kajian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber klasik seperti kitab fikih dan tafsir, serta literatur kontemporer seperti jurnal ilmiah dan dokumen HAM. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam memberikan dasar normatif atas hak-hak perempuan dalam perkawinan—seperti hak atas nafkah, perlakuan adil, pendidikan, dan hak mengakhiri perkawinan—namun implementasinya sering dibatasi oleh bias patriarkis dalam interpretasi klasik. Sementara itu, konvensi internasional seperti CEDAW menekankan perlunya kesetaraan dan non-diskriminasi gender, yang mendorong rekonstruksi hukum keluarga yang lebih inklusif. Kajian ini merekomendasikan pendekatan integratif antara nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip hak asasi manusia untuk mendukung reformasi hukum keluarga yang adil dan responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Kata kunci: hak perempuan, hukum perkawinan Islam, hak asasi manusia, rekonstruksi hukum, kesetaraan gender

References

Adawiyah, R. (2019). Reformasi Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya Terhadap Hak-Hak Perempuan dalam Hukum Perkawinan Indonesia dan Malaysia. Nusa Litera Inspirasi.

Alfitri, A. (2014). WOMEN’S RIGHTS AND GENDER EQUALITY ISSUES IN ISLAMIC LAW IN INDONESIA: THE NEED TO RE-READ WOMEN’S STATUS IN THE ISLAMIC RELIGIOUS TEXTS. MAZAHIB, 13(1). https://doi.org/10.21093/mj.v13i1.349

Ansari, A., & Mutamakin, M. (2020). Kajian Filosofis Hukum Keluarga Islam Sebagai Kewajiban Suami Memberikan Nafkah Istri Dan Anak. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 3(1), 47–81. https://doi.org/10.35132/albayan.v3i1.84

Asnawi, H. S. (2016). KRITIK TEORI HUKUM FEMINIS TERHADAP UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN: Suatu Upaya dalam Menegakkan Keadilan HAM Kaum Perempuan. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 117–130. https://doi.org/10.14421/ahwal.2011.04105

DJU BIRE, C. M., & Melinda Ratu Radja. (2023). PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN BERDASARKAN CONVENTION ON ELIMINATION OF ALL FORMS OF DISCRIMINATION AGAINTS WOMEN (CEDAW) DALAM TRADISI KAWIN TANGKAP DI SUMBA. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 18(1), 131–141. https://doi.org/10.33059/jhsk.v18i1.7473

Faizah, I. (2021). Nafkah Sebuah Konsekuensi Logis dari Pernikahan. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 1(1), 72–87. https://doi.org/10.51675/jaksya.v1i1.142

Fauzi, M. H., & Arifin, M. (2024). Resiliensi Perempuan setelah Cerai Gugat (Studi Kasus di Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan). Rayah Al-Islam, 8(3), 1064–1080. https://doi.org/10.37274/rais.v8i3.1056

Hasanudin, H. (2017). Kedudukan Taklik Talak dalam Perkawinan Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Positif. Medina-Te?: Jurnal Studi Islam, 12(1). https://doi.org/10.19109/medinate.v12i1.1145

Hayati, F. (2022). Hak Asasi Perempuan Dalam Hukum Islam. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 16(3), 1095. https://doi.org/10.35931/aq.v16i3.1026

Jeni, R., & Khairuddin, K. (2024). Antara Adat dan Agama: Kajian Pantangan Menikah di Bulan Suro dalam Masyarakat Jawa di Gunung Meriah Aceh. Abdurrauf Social Science, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.70742/arsos.v1i1.35

Latief, M. N. H. (2016). Pembaharuan Hukum Keluarga Serta Dampaknya Terhadap Pembatasan Usia Minimal Kawin dan Peningkatan Status Wanita. Jurnal Hukum Novelty, 7(2), 196. https://doi.org/10.26555/novelty.v7i2.a5467

Putri, E. A. (2021). Keabsahan Perkawinan Berdasarkan Perspektif Hukum Positif di Indonesia. KRTHA BHAYANGKARA, 15(1), 151–165. https://doi.org/10.31599/krtha.v15i1.541

Ramdhan, T. W. (2015). KESETARAAN GENDER MENURUT PERFEKTIF ISLAM. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 1(1), 70–86. https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v1i1.3341

Rosdiana, R. (2019). KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM FIKIH DAN PROBLEMATIKA KEADILAN GENDER. Jurnal Harkat?: Media Komunikasi Gender, 11(2), 172–182. https://doi.org/10.15408/harkat.v11i2.10441

Rudi, R. A., & Fenita, F. A. (2023). Peran Sosial Seorang Perempuan Dalam Hukum Keluarga Islam. El-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 1–11. https://doi.org/10.53515/ebjhki.v2i2.43

Rusyd, I. (n.d.). Bidayatul Mujtahid (Jilid 2). Pustaka Azzam.

Sari, D. J., & Pritasari, O. K. (2020). Tata Upacara Perkawinan Pranikah dan Makna Hantaran Pengantin Putri Jenggolo Sidoarjo. E-Jurnal, 09(3), 54–61.

Setyowati, E. (2021). KONVENSI INTERNASIONAL CEDAW: KIPRAH PBB DALAM MENGHAPUS DISKRIMINASI WANITA & DUKUNGAN INDONESIA MELALUI RATIFIKASI. Jurnal Artefak, 8(2), 127. https://doi.org/10.25157/ja.v8i2.6277

Sumirat, I. R. (2018). PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN DALAM PERKEMBANGAN HAK AZASI MANUSIA DI INDONESIA. Al-Ahkam, 14(2), 91. https://doi.org/10.32678/ajh.v14i2.1490

Susanti, S., Jamaluddin, J., & Ramziati, R. (2023). Pertanggungjawaban Suami Memberikan Nafkah Kepada Isteri Pada Masa Tunggu Ikrar Talak Di Kabupaten Bener Meriah. Suloh:Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 11(2), 475. https://doi.org/10.29103/sjp.v11i2.13053

Warman, A. B., Zainuddin, Z., Eficandra, E., Renie, E., & Setiyono, S. (2023). PERPETUATING WOMEN’S SUBORDINATION: Husband-Wife Relation in Pop Fiqh Literature. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 16(2), 259–280. https://doi.org/10.14421/ahwal.2023.16204

Yani, N. (2024). Hak dan Nafkah Istri dalam Hukum Islam: Analisis Konsep Kesetaraan Gender. Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 95–106. https://doi.org/10.52029/pjhki.v2i2.233

Yunita, B. R. (2024). Pemberdayaan Perempuan Dalam Kerangka Hak Asasi Manusia. Sanskara Hukum Dan HAM, 3(02), 53–56. https://doi.org/10.58812/shh.v3i02.492

Downloads

Published

2025-05-24

How to Cite

Hamdiyah, H. (2025). Hak-Hak Perempuan dalam Perkawinan: Perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia. Abdurrauf Science and Society, 1(3), 303–314. https://doi.org/10.70742/asoc.v1i3.207