Dari Syariat ke Kebiasaan: Fenomena Saksi Pernikahan Tanpa Standar Keadilan
DOI:
https://doi.org/10.70742/asoc.v1i3.187Keywords:
Witnesses, Justice, Islamic Law, Validity of Marriage, Social ImplicationsAbstract
Witnessing in marriage is a fundamental aspect of Islamic law intended to ensure the validity of the marriage contract. Islamic Sharia requires that witnesses meet the standard of ?ad?lah (justice), referring to individuals with moral integrity who are not known for committing major sins. However, in social practice, this requirement is often neglected, with witnesses chosen based on familial proximity or administrative convenience rather than adherence to Sharia's standards of justice. This study aims to analyze the application of the justice standard for witnesses in Islamic law, identify the factors contributing to its neglect, and examine the legal and social implications for marriage. Employing library research and a normative approach, the study investigates scriptural evidences, scholarly opinions, and social phenomena related to marriage witnessing. The findings reveal that the disregard for justice standards in appointing witnesses can lead to the invalidity of marriage under Islamic law and contribute to the shifting meaning of witnesses in social practice. This phenomenon may also give rise to future legal disputes, such as challenges to the validity of the marriage or the legal status of children born from such unions. Therefore, there is an urgent need to strengthen religious understanding and enforce stricter regulations in the appointment of witnesses to uphold the integrity of Islamic legal principles in marriage.
Abstrak: Kesaksian dalam pernikahan merupakan aspek fundamental dalam hukum Islam yang bertujuan untuk memastikan keabsahan akad nikah. Syariat Islam menetapkan bahwa saksi harus memiliki standar keadilan (‘adalah), yaitu individu yang memiliki integritas moral dan tidak dikenal sebagai pelaku maksiat. Namun, dalam praktik sosial, persyaratan ini sering diabaikan, di mana saksi lebih dipilih berdasarkan faktor kedekatan keluarga atau kemudahan administratif tanpa mempertimbangkan standar keadilan yang ditetapkan oleh syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana standar keadilan saksi dalam Islam diterapkan, faktor-faktor yang menyebabkan pengabaian standar tersebut, serta implikasi hukum dan sosialnya terhadap pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif untuk mengkaji dalil-dalil syar’i, pendapat ulama, serta fenomena sosial yang berkaitan dengan kesaksian dalam pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian standar keadilan dalam penunjukan saksi dapat menyebabkan ketidakabsahan pernikahan secara hukum Islam, serta berkontribusi terhadap pergeseran makna saksi dalam praktik sosial. Fenomena ini juga dapat memicu permasalahan hukum di kemudian hari, seperti gugatan terhadap keabsahan pernikahan atau status hukum anak yang lahir dari pernikahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman agama serta regulasi yang lebih ketat dalam penunjukan saksi guna menjaga integritas hukum Islam dalam pernikahan.
Kata kunci: Saksi Pernikahan; Keadilan; Hukum Islam; Validitas Nikah; Implikasi Sosial
References
Akpoghiran, P. O. (2010). The Evaluation of Witness Testimony in Marriage Nullity Trials. The Jurist: Studies in Church Law and Ministry, 70(1), 163–185. https://doi.org/10.1353/jur.2010.0043
Alamsyah, A., & Maloko, T. (2021). Analisis Mazhab Hanafi Dan Syafi’i dalam Nikah Syig?r. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i2.18439
Albani, M. S., & Kurniadi, D. (2023). The Age Limitation of Witness in Marriage Reviewing from Maqashid Al-Syariah. Jurnal Daulat Hukum, 6(3), 227. https://doi.org/10.30659/jdh.v6i3.20542
Andiko, T., Masril, M., Mulyono, E., Reza, A., & Gunawan, A. (2022). Kriteria Saksi Adil dalam Peradilan menurut Ulama Syafi`iyah dan Hanafiyah. MU’ASYARAH: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 1(1), 51. https://doi.org/10.29300/mua.v1i1.4899
Anto, A. (2024). Pandangan Fuqaha Dalam Pernikahan Yang Tidak Dipublikasikan. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 4(01). https://doi.org/10.57210/trq.v4i01.287
Ardiansyah Ardiansyah, Anisah Syakirah, & Muhammad Abdillah Hasby. (2025). Analisis Kedudukan Saksi sebagai Syarat Sah dalam Pernikahan. Akhlak?: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat, 2(2), 65–78. https://doi.org/10.61132/akhlak.v2i2.635
Asri Sabrina Koto, & Siti Aini. (2025). Kedudukan Saksi Sebagai Syarat Nikah dalam Hukum Islam. Akhlak?: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat, 2(2), 01–10. https://doi.org/10.61132/akhlak.v2i2.626
Burlian, P. P. (2018). Public Debatable Position of Woman as Witnesses in Marriage: The Perspective of Islamic and Constitutional Laws. Italian Sociological Review, 8(3), 501. https://doi.org/10.13136/ISR.V8I3.216
Djawas, M., Iqbal, M., & Sari, N. J. (2021). Pandangan Kepala Kantor Urusan Agama Mengenai Konsep Dan Praktik Saksi Adil Di Kecamatan Tanjungbalai Selatan Dan Kecamatan Datuk Bandar Timur. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(2), 403. https://doi.org/10.22373/ujhk.v4i2.11293
Erlinda, E. (2024). Kepastian Hukum Terhadap Anak Yang Lahir dari Perkawinan Siri. Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 1(1), 58–75. https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i1.17
Fitriani, N. E., Amiliya, L., & Ihsani, A. F. A. (2024). Avoiding Conflict in the Household through Assertiveness: A QS Study. Ali Imran verse 36. El-Suffah: Jurnal Studi Islam, 1(2), 109–128. https://doi.org/10.70742/suffah.v1i2.68
Harum, H., Anwar Hafidzi, Hadi Rahman, I., & Tiya Husaen, M. (2024). Saksi Nikah yang Adil Menurut Kitab an-Nikah dan Kitab al-Mughni. Journal of Islamic Economic and Law (JIEL), 1(2), 6–15. https://doi.org/10.59966/jiel.v1i2.967
Hidayah, A., & Fahmi, M. (2022). Kriteria Saksi Yang Adil dalam Pernikahan Menurut Kantor Urusan Agama Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 3(4), 511–520. https://doi.org/10.36418/jist.v3i4.409
Jalil, A. (2018). Pernikahan Beda Agama dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 6(2), 46–69. https://doi.org/10.36052/andragogi.v6i2.56
Jalil, H. A., & Wirnanda, T. (2020). Wali Nikah Fasik (Studi Perbandingan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i). Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 22(1), 82–92. https://doi.org/10.22373/jms.v22i1.6533
Jeni, R., & Khairuddin, K. (2024). Antara Adat dan Agama: Kajian Pantangan Menikah di Bulan Suro dalam Masyarakat Jawa di Gunung Meriah Aceh. Abdurrauf Social Science, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.70742/arsos.v1i1.35
Khairuddin, K. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Larangan Perkawinan Se-Marga Di Desa Lae Balno Danau Paris Aceh. Jurnal MEDIASAS?: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 3(02), 120–136. https://doi.org/10.58824/mediasas.v3i2.322
Lamçe, J. (2014). Marriage Requirements in the Classic Doctrine of the Islamic Sunni Schools. Academic Journal of Interdisciplinary Studies. https://doi.org/10.5901/ajis.2014.v3n1p233
Masduki, & Zaini, A. (2022). Nikah Sirri Perspektif Yuridis dan Sosiologis. Syaksia?: Jurnal Hukum Perdata Islam, 23(1), 17–29. https://doi.org/10.37035/syakhsia.v23i1.6228
Mazani Hanafiah. (2022). Aktualisasi Konsep ‘Adalah Dalam Hukum Pernikahan Perspektif Fiqh Syafi’iyyah. Jurnal Al-Fikrah, 11(1), 79–90. https://doi.org/10.54621/jiaf.v11i1.269
Mubarrak, H., Ali, B., & Rahmadani, S. (2023). Istifadhah Witness (Testimonium De Auditu) for Marriage Authentication (Analysis of Kuala Simpang Religious Court Ruling Number: 10/Pdt.P/2021/MS.Ksg). Media Syari’ah?: Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 25(2), 204. https://doi.org/10.22373/jms.v25i2.17009
Mukhsin, M. K. (2020). Saksi yang Adil Dalam Akad Nikah Menurut ImamAl-Syâfi’i Ditinjau dari Maqâshid al-Syarîah. Al-Fikra?: Jurnal Ilmiah Keislaman, 18(1), 92. https://doi.org/10.24014/af.v18i1.7303
Mustafid, Gemilang, K. M., Putra, F. S., Bajuri, A. Al, & Mawardi. (2024). Alternative Legal Strategies and Ninik Mamak Authority: Dual Administration of Malay Marriage in Koto Kampar Hulu, Riau. Journal of Islamic Law, 5(1), 1–18. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.1972
Nasrulloh, A. M., Nur Cholis, M., & Sucipto, I. (2023). Analysis of the Position of Marriage Witnesses in the Opinions of the Four Madzhabs Fiqh and Regulations in Indonesia. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 10(1), 82–96. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v10i1.37880
Nurdin, Z. (2020). Perkawinan (Perspektif Fiqh, Hukum Positif Dan Adat Di Indonesia). Bengkulu: El-Markazi.
Pohan, Z., Dinata, M. F., Asmuddin, A., & Khairuddin, K. (2024). Peran Kantor Urusan Agama Dalam Menanggulangi Praktik Nikah Siri: Studi Di KUA Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Abdurrauf Law and Sharia, 1(1), 51–78. https://doi.org/10.70742/arlash.v1i1.20
Putri, E. A. (2021). Keabsahan Perkawinan Berdasarkan Perspektif Hukum Positif di Indonesia. KRTHA BHAYANGKARA, 15(1), 151–165. https://doi.org/10.31599/krtha.v15i1.541
Rasyid, A. (2020). Kesaksian Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 6(1), 29–41. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v6i1.2442
Rinwanto, R., & Arianto, Y. (2020). Kedudukan Wali Dan Saksi Dalam Perkawinan Perspektif Ulama Empat Mazhab (Maliki, Hanafi, Shafi’i dan Hanbali). Al Maqashidi, 3(1), 82–96.
Riyaduddin, & Setiawan, U. (2023). Sosialisasi Pemahaman Mengenai Saksi Pernikahan Sesuai Dengan Ketentuan Islam Di Kampung Tegal Heas. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 3(3). https://doi.org/10.59818/jpm.v3i3.474
Rohmadi, R., Zakiruddin, M. A., & Abito, J. (2024). Penyelesaian Administrasi Nikah Di Bawah Umur Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam (Studi Kecamatan Lungkang Kule). MU’ASYARAH: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 3(1), 30. https://doi.org/10.29300/mua.v3i1.5064
Said, I. M. (2023). Thematic Hadits Studies: A Syar’i Study of Hadits on Marriage Witness. Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 2(6), 2688–2697. https://doi.org/10.55324/ijoms.v2i6.459
Said, I. M., Tantu, A., & Zainal Abidin, A. (2023). Saksi Nikah: Kajian Kombinasi Tematik Dan Holistik Dalam Kontekstualisasi Hukum Pernikahan Islam. AL-MASHADIR?: Jurnal Ilmu Hukum Dan Ekonomi Islam, 5(2), 83–95. https://doi.org/10.31970/almashadir.v5i2.159
Sakhowi. (2021). Studi Komparasi Antara Madzhab Syâfi?i Dan Madzhab Hanbali Tentang Hukum Syarat Yang Diajukan Dalam Akad Nikah. Al-In??f - Journal Program Studi Ahwal Al Syakhshiyyah, 1(1), 46–68. https://doi.org/10.61610/ash.v1i1.5
Samad, S. A. A. (2021). Kajian Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Sosiologis di Indonesia. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(1), 138–152.
Sanjaya, U. H., & Faqih, A. R. (2017). Hukum Perkawinan Islam. Gama Media.
Sepyah, S., Hardiyatullah, H., Nuriskandar, L. H., & Jayadi, N. (2022). Konsep Hukum Islam Mengenai Pernikahan Siri Di Indonesia Dan Implikasi Hukum. AL-BALAD?: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, 2(2), 67–79. https://doi.org/10.59259/ab.v2i2.110
Syahnur Aida Alifia, Alamsyah, S. S., & Muhammad Misbakul Munir. (2024). Keabsahan politikus sebagai saksi nikah dalam prespektif Hukum Islam. Holistik Analisis Nexus, 1(6), 215–222. https://doi.org/10.62504/jimr666
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Khairuddin Khairuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






