Kearifan Lokal dalam Kerangka Hukum Nasional: Kajian atas Tradisi Malam Mappaccing di Bugis-Makassar
DOI:
https://doi.org/10.70742/arlash.v1i2.75Keywords:
Kearifan Lokal, Malam Mappaccing, HukumAbstract
This study examines the Malam mappaccing tradition in Makassar society, a ritual of self-purification of prospective brides and grooms that is full of local wisdom values. The purpose of this study is to explore the position and role of the Malam mappaccing tradition within the framework of Indonesian national law, as well as the dynamics of interaction between customary law and national law. A qualitative approach with a case study method is used to explore the symbolic meaning of this tradition and how it is integrated into the formal legal system. The results show that Malam mappaccing has an important meaning in maintaining the cultural identity of the Makassar community, despite facing challenges in the context of more formal and uniform national law. Although not yet fully recognized in national legislation, efforts to harmonize customary law with national law continue to be made, especially through dialogue and strengthening regional regulations. This study concludes that the Malam mappaccing tradition still plays an important role in Makassar society, and there are positive prospects for its preservation through better integration with national law and cultural preservation efforts involving all elements of society. Thus, this study provides insight into the importance of maintaining local wisdom in the context of legal modernization in Indonesia
Keywords: Local Wisdom, Malam Mappaccing, Law.
Abstrak: Penelitian ini mengkaji tradisi malam mappaccing dalam masyarakat Bugis-Makassar, sebuah ritual penyucian diri calon pengantin yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi posisi dan peran tradisi Malam mappaccing dalam kerangka hukum nasional Indonesia, serta dinamika interaksi antara hukum adat dan hukum nasional. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali makna simbolis tradisi ini dan bagaimana tradisi ini diintegrasikan ke dalam sistem hukum formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malam mappaccing memiliki makna penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Makassar, meskipun menghadapi tantangan dalam konteks hukum nasional yang lebih formal dan seragam. Meskipun belum sepenuhnya diakui dalam peraturan perundang-undangan nasional, upaya untuk mengharmonisasikan hukum adat dengan hukum nasional terus dilakukan, terutama melalui dialog dan penguatan peraturan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Malam mappaccing masih memainkan peran penting dalam masyarakat Makassar, dan terdapat prospek positif untuk pelestariannya melalui integrasi yang lebih baik dengan hukum nasional serta upaya pelestarian budaya yang melibatkan semua elemen masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga kearifan lokal dalam konteks modernisasi hukum di Indonesia.
Downloads
References
Aminah, Sitti. “Analisis Makna Simbolik Pada Prosesi Mappacci Pernikahan Suku Bugis Di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe.” Jurnal Ilmiah Dikdaya 11, no. 2 (2021): 176. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v11i2.213.
Anarya, Jihan Gadis. “Hutang Panai Sebagai Alasan Perceraian Dalam Masyarakat Suku Bugis-Makassar,” 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/.
Chaerunnufus. “MAKNA TRADISI “ MAPPACCING ’ ADAT BUGIS ( Studi Kearifan Lokal Di Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur ).” Jurnal Sosial Dan Humaniora 2, no. 1 (2024): 316–25.
Dahlan, Mubarak. “Makna ‘ Korongtigi ’ d Alam Prosesi Pernikahan Adat Mangkasara ’ Di Bontoala Kabupaten Gowa.” Jurnal Kajian Sosial Dan Budaya 8, no. 3 (2024): 1–9. http://www.ejournal.tebarscience.com/index.php/JKSB.
Fatmawati, Abd. Rahim Arsyad, Muhammad Qadaruddin. “Islamic Values At the Mappacci Stage in Patampanua.” Jurnal Kajian Manajemen Dakwah 3 (2020): 26–34.
Hartini, Dwi, Nuzula Ilhami, and Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Membincang Akulturasi Pernikahan; Makna Tradisi Mapacci Pada Pernikahan Adat Suku Bugis Makasar.” Journal of Islamic Law 1, no. 1 (2022): 1–24. https://journal.stai-nuruliman.ac.id/index.php/tsyr/article/view/1.
Istiawati, Novia Fitri. “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa Dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi.” CENDEKIA: Journal of Education and Teaching 10, no. 1 (2016): 1. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i1.78.
Iswatiningsih, Daroe. “Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Di Sekolah.” Jurnal Satwika 3, no. 2 (2019): 155. https://doi.org/10.22219/satwika.vol3.no2.155-164.
Musa, Sopyan Hadi. “Living Qur’an: Pengamalan Al-Qur’an DalamTradisi Lokal.” JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah 8, no. 3 (2023).
Musafir, Musafir, and St. Hadijah Wahid. “Adat Mappaccing Pada Masyarakat Bugis Sinjai, Studi Perbandingan Hukum Adat Dan Maqashid Syariah.” Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam 5, no. 1 (2023): 41–62. https://doi.org/10.47435/al-ahkam.v5i1.1652.
Ningshi, Nurul Wardah, and Zulhas’ari Mustafa. “Tradisi Ammone Pa’balle Raki’-Raki’ Di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (Analisis Perbandingan Antara Hukum Islam Dan Adat Istiadat).” Shatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, no. No. 3 (2020): hal. 372.
Nurhikmah, Nursalam, Eko Prayetno, Hanim Yumna. “Rural Community Development Through Community Service Program ( KKN ) in Malaka Hamlet , South Sulawesi Selatan.” Jurnal Al Maesarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Pendidikan, Sosial, Dan Kemasyarakatan 3, no. 1 (2024): 28–40. https://doi.org/https://doi.org/10.58988/jam.v3i1.372.
Nurhikmah. “Sinergi Karang Taruna Boto Lempangang Dan Mahasiswa KKN UINAM Dalam Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan 17 Agustus Synergy Between Karang Taruna Boto Lempangang and UINAM KKN Students in Holding the Celebration of Independence Day on August 17th.” Abdurrauf Journal of Community Service 1, no. 1 (2024): 28–41. https://journal.abdurraufinstitute.org/index.php/arsos 28.
Nurhikmah, Nurhikmah. “Character Education Islam From the Views of Imam Al-Ghazali.” Jurnal Al Burhan 4, no. 1 (2024): 53–66. https://doi.org/10.58988/jab.v4i1.300.
Nursalam, Irvan Mustofa, and Nurhikmah. “Wacana Politik Spanduk Miilenial Road Safety Festival: Analisis Wacana Kritis Nourman Fairlough (Political Discourse of Milenial Road Safety Festival: Nourman Fairlough’s Critical Discourse Analysis).” Totobuang 7 (2019): 185–97.
Nurwanda, Nurlela. “Tradisi Mappatamma ’ Menjelang Pernikahan Di Desa Jombe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.” KAMPRET Journal 3, no. 1 (2023): 22–26.
Rahim, Abd, Nursalam, Suhartatik, Nurhikmah, and Akhiruddin. “Konsep Ideologi Sastra Lisan Doangang Makassar Dalam.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra 10, no. 3 (2024): 3274–82.
Ramadani, Andini, and Dimas Ario Sumilih. “Tradisi Korongtigi Orang Sayye’ Di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.” SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi 1, no. 4 (2022): 197–202. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i4.448.
Ratih, Dewi. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Misalin Di Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis.” Sustainability (Switzerland) 11, no. 1 (2019): 1–14.
Rosmayanti. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Prosesi Mappacci (Studi Kasus Desa Pengkendekan Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara …,” 2020.http://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/2980/1/ROSMAYANTI.pdf.
Sarnawiah, Sunuwati, and Rahmawati. “Nilai-Nilai Filosofis Hukum Keluarga Islam Terhadap Tradisi Maapaenre Botting Dan Mapparola Dalam Perkawainan Mayarakat Bugis.” Jurnal Sipakainge: Inovasi Penelitian, Karya Ilmiah, Dan Pengembangan 1, no. 7 (2023): 31–36.
Syaripudin, Ahmad. “Jurnal Bidang Hukum Islam Akkorontigi Tradition in the Perspective of Islamic Law and Jurnal Bidang Hukum Islam.” Jurnal Bidang Hukum Islam 2, no. 1 (2021): 59–77.
Wiratmaja, I Nyoman, I Wayan Gede Suacana, and I Wayan Sudana. “Penggalian Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Bali Dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan.” POLITICOS: Jurnal Politik Dan Pemerintahan 1, no. 1 (2021): 43–52. https://doi.org/10.22225/politicos.1.1.3009.43-52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Abdurrauf Law and Sharia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






