Recidivism Policy in the National Criminal Code: Sanctions and Rehabilitation
DOI:
https://doi.org/10.70742/arlash.v3i1.561Keywords:
Recidivism, National Criminal Code, Purpose of Punishment, RehabilitativeAbstract
This study analyzes criminal law policies towards recidivism from the perspective of the principle of increased sanctions and the rehabilitative objectives of punishment in Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Using normative juridical methods and a legislative approach, this study examines the paradigm shift from a retributive model to a more humanistic and proportional approach. The National Criminal Code regulates general recidivism with the possibility of increasing the sentence to one-third of the maximum threat, but still places it within the framework of criminal objectives that include prevention, development, and restoration of social balance. The results of the study indicate that policies towards recidivism are no longer solely repressive, but are integrated with the principle of individualization of punishment and a rehabilitative approach strengthened by the correctional system in Law Number 22 of 2022 concerning Corrections. This reorientation emphasizes the balance between community protection and reintegration of offenders to reduce recidivism sustainably.
[Penelitian ini menganalisis kebijakan hukum pidana terhadap residivisme dari perspektif prinsip pemberatan pidana dan tujuan rehabilitatif pemidanaan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan menggunakan metode yuridis normatif dan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini mengkaji pergeseran paradigma dari model retributif menuju pendekatan yang lebih humanistis dan proporsional. KUHP Nasional mengatur residivisme umum dengan kemungkinan pemberatan pidana hingga sepertiga dari ancaman pidana maksimum, namun tetap menempatkannya dalam kerangka tujuan pemidanaan yang mencakup pencegahan, pembinaan, dan pemulihan keseimbangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terhadap residivisme tidak lagi semata-mata bersifat represif, melainkan terintegrasi dengan prinsip individualisasi pemidanaan dan pendekatan rehabilitatif yang diperkuat melalui sistem pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Reorientasi ini menekankan keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan reintegrasi pelaku tindak pidana guna mengurangi tingkat residivisme secara berkelanjutan.]
Downloads
References
A, Fazel S dan Wolf. “A Systematic Review of Criminal Recidivism Rates Worldwide: Current Difficulties and Recommendations for Best Practice.” PLoS ONE 10, no. 6 (2015). https://doi.org/doi:10.1371/journal.pone.013039.
Agusta, D. “Reforming Indonesian Criminal Law: Integrating Supervision, Punishment, and Rehabilitation for Restorative Justice.” International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism 7, no. 1 (2024).
Andi Wahyuddin Nur, Dkk. “Transformasi Kebijakan Pemidanaan Dalam Kuhp Nasional: Antara Humanisasi Hukuman Dan Efektivitas Penanggulangan Kejahatan.” Jurnal Kolaboratif Sains 9, no. 1 (2025).
Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Jakarta: Kencana, 2017.
Chazawi, Adami. Pelajaran Hukum Pidana 2. Rajawali Pers: Rajawali Pers, 2011.
Dewi, Sumartini, and Sri Setiawati. "Reorientation of the Purpose of Punishment in the National Criminal Code: A Humanistic Approach in Indonesian Criminal Law." Journal of Law, Politic and Humanities 6, no. 3 (2026): 1923-1934.
Erwinsyahbana, T. “Rehabilitation Measures for Suspected Narcotics Addicts at the Police Investigation Stage (Study at the North Sumatra Police Drug Investigation Directorate).” IJRS: International Journal Reglement & Society 3, no. 3 (2022).
Hersyanda, M. D. “Efektivitas Sanksi Pidana Terhadap Pengulangan Kejahatan (Residivisme) Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin 1, no. 3 (2023).
Ismawati, S., & Hertini, M. F. “Transformasi Kebijakan Pemidanaan Dalam Kuhp Nasional: Menuju Sistem Pemidanaan Yang Berkeadilan Dan Humanis.” Simbur Cahaya 3, no. 1 (2025).
Koto, Ismail. “Perkembangan Hak Kekayaan Intelektual Komunal Di Indonesia.” SANKSI: Seminar Nasional Hukum, Sosial Dan Ekonomi 2, no. 1 (2023).
Mhd Teguh Syuhada Lubis, Dkk. “Pengawasan Kewenangan Diskresi Kepolisian Terhadap Penghentian Penyidikan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif Di Kepolisian Daerah Sumatera Utara.” IURIS STUDIA: Jurnal Kajian Hukum 5, no. 1 (2024).
Maheshwari, Amit. "Rehabilitation v. Punishment: Evaluating Effectiveness in reducing Recidivism." GLS Law Journal 8, no. 1 (2026): 41-49.
Nurfatlah, Titin. “Konsep Residive Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Ditinjau Dalam Perspektif Tujuan Pemidanaan.” UnizarLaw Review 7, no. 1 (2024).
Poernomo, Aruan Sakidjo dan Bambang. Hukum Pidana Dasar Aturan Umum Hukum Pidana Kodifikasi. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.
Rahmat Ramadhani, Dkk. “Urgensi Penataan Akses Permodalan Pasca-Redistribusi Tanah Di Provinsi Sumetera Utara.” SANKSI: Seminar Nasional Hukum, Sosial Dan Ekonomi 2, no. 1 (2023).
Silalahi, H., Sahlepi, M. A., & Sidi, R. “Penerapan Hukuman Alternatif Untuk Pelaku Kejahatan Ringan Sebagai Upaya Dekongesti Lembaga Pemasyarakat.” JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 5 (2024).
Simorangkir, J.C.T. Kamus Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Sutanti, R. D. “Kebijakan Aplikatif Pemberatan Pidana Bagi Pelaku Pengulangan Tindak Pidana.” Indonesian Journal of Criminal Law Studies 7, no. 1 (2022).
Sutanti, Rahmi Dwi. “Kebijakan Aplikatif Pemberatan Pidana Bagi Pelaku Pengulangan Tindak Pidana.” Indonesian Journal Of Criminal Law Studies IJCLS II Universitas Negeri Semarang 2, no. 1 (2017).
Tirtayasa, Y., & Purnomo, D. “Kontradiksi Dan Transformasi Hukum Pada Pergeseran Sistem Pemasyarakatan Dari Retributif Ke Reintegrasi Sosial Di Indonesia Keywords Abstrak Kata Kunci.” Yustisia Tirtayasa 5, no. 2 (2025).
Pande, Yohanes, Eko Budi Sariyono, Ade Ari Gumilar, and Stelvia W. Noya. "Reformulation Of Punishment Objectives In The National Criminal Code: A Restorative Justice Perspective." International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) 8, no. 1 (2026): 506-511.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Harya Juang Siregar, Adi Mansar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






