Legal Problems in Proving the Crime of Claiming Supernatural Powers under Article 252 of the Indonesian Criminal Code

Authors

  • Tumbur Tumbur Magister Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Rahmat Ramadhani Magister Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.70742/arlash.v3i2.1009

Keywords:

Criminal Evidence, Article 252 Criminal Code, Supernatural Crime, Criminal Law Reform, Indonesian Criminal Law.

Abstract

The enactment of Article 252 of Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code introduces a unique criminal offence relating to claims of supernatural powers, raising significant legal issues concerning its enforcement within Indonesia's criminal justice system. This study examines the legal construction of Article 252 and analyzes the evidentiary framework required to establish criminal liability for offences involving supernatural claims. The research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and doctrinal approaches. Primary legal materials include the 1945 Constitution, Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code, Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code, and related legislation, while secondary legal materials comprise legal doctrines, scholarly books, and peer-reviewed journal articles. The collected materials were analyzed through grammatical, systematic, and teleological interpretation using deductive legal reasoning. The findings indicate that Article 252 constitutes a formal offence, whereby criminal liability is established by proving the prohibited conduct rather than the actual existence or effectiveness of supernatural powers. Accordingly, the object of proof should focus on the defendant's conduct, intent, and legally admissible evidence instead of metaphysical claims. This study also identifies a normative gap resulting from the absence of explicit evidentiary standards under Article 252. Its novelty lies in proposing a doctrinal evidentiary model that emphasizes objectively verifiable conduct, thereby strengthening the compatibility of Article 252 with the principles of legality, legal certainty, due process of law, and modern criminal evidence.

[Pemberlakuan Pasal 252 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Indonesia memperkenalkan tindak pidana unik yang berkaitan dengan klaim kekuatan supranatural, sehingga menimbulkan isu hukum yang signifikan terkait penegakannya dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Studi ini meneliti konstruksi hukum Pasal 252 dan menganalisis kerangka pembuktian yang diperlukan untuk menetapkan tanggung jawab pidana atas tindak pidana yang melibatkan klaim kekuatan supranatural. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan hukum, konseptual, dan doktrinal. Materi hukum primer meliputi Konstitusi 1945, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHP, dan peraturan perundang-undangan terkait, sedangkan materi hukum sekunder terdiri dari doktrin hukum, buku-buku ilmiah, dan artikel jurnal ilmiah. Materi yang dikumpulkan dianalisis melalui interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis menggunakan penalaran hukum deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 252 merupakan tindak pidana formal, di mana tanggung jawab pidana ditetapkan dengan membuktikan perbuatan yang dilarang, bukan keberadaan atau keefektifan kekuatan supranatural yang sebenarnya. Oleh karena itu, objek pembuktian harus berfokus pada perilaku, niat, dan bukti yang sah secara hukum dari terdakwa, bukan pada klaim metafisik. Studi ini juga mengidentifikasi kesenjangan normatif yang timbul dari tidak adanya standar pembuktian eksplisit berdasarkan Pasal 252. Kebaruannya terletak pada pengusulan model pembuktian doktrinal yang menekankan perilaku yang dapat diverifikasi secara objektif, sehingga memperkuat kesesuaian Pasal 252 dengan prinsip-prinsip legalitas, kepastian hukum, proses hukum yang adil, dan bukti pidana modern.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arafat, Muhammad. “Paradigma Pemidanaan Baru Dalam KUHP 2023: Alternatif Sanksi Dan Transformasi Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.58540/jih.v2i1.1047.

Butt, Simon, and Andreas Nathaniel. “Evidence from Criminal Law Experts in Indonesian Criminal Trials: Usurping the Judicial Function?” International Journal of Evidence and Proof 28, no. 2 (2024). https://doi.org/10.1177/13657127231217319.

Deny Puspitasari, Nila Arzaqi. “Analisis Pasal 252 KUHP Baru Perspektif Hukum Islam Dalam Pengembangan Teori Hukum.” Tasyri’: Journal of Islamic Law 4, no. 1 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i1.150.

Dsouza, Mark. “Criminalisation Theory as a Theory of pro Tanto Criminal Proscription.” Jurisprudence An International Journal of Legal and Political Thought 16, no. 3 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.1080/20403313.2024.2395203.

Erny Herlin Setyorini, Yovita Arie Mangesti, Frans Simangunsong, Arsyah Geuvarra. “Model of Paranormal Testimony as Evidence in the Crime of Witchcraft from the Perspective of Legal Certainty.” Rechtsidee 13, no. 1 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.21070/jihr.v13i1.1058.

Faisal, F. “Pemaknaan Kebijakan Kriminal Perbuatan Santet Dalam RUU KUHP Nasional.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 5, no. 1 (2023). https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jphi.v5i2.284-301.

Falikhah, Nur. “Santet Dan Antropologi Agama.” Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 11, no. 22 (2016). https://doi.org/https://doi.org/10.18592/alhadharah.v11i22.1777.

Fassnidge, J. P. “Criminalisation as a Speech-Act: Saying Through Criminalising.” Criminal Law and Philosophy 18, no. 2 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s11572-024-09726-7.

Favret-Saada, J. “Witchcraft, Oracles and Magic among the Azande (Revisited in Legal Anthropology).” HAU: Journal of Ethnographic Theory 5, no. 2 (2015): 71. https://doi.org/https://doi.org/10.14318/hau5.2.008.

Harahap, M. Yahya. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, Dan Peninjauan Kembali. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Indonesia, Republik. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (2023).

Ishwara, Ade Sathya Sanathana. “Reformasi Hukum Pidana: Kajian Yuridis Terhadap Pembuktian Tindak Pidana Santet Dalam KUHP Baru.” Indonesia Law Reform Journal 3, no. 3 (2023). https://doi.org/https://doi.org/10.37253/ilr.v3i2.7685.

Marzuki, Peter Mahmud. “Penelitian Hukum Sebagai Penelitian Normatif.” Yuridika 32, no. 2 (2017). https://doi.org/https://doi.org/10.20473/ydk.v32i2.4772.

Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Nur Aripkah, Kalen Sanata, Khairunnisa Noor Asufie, Reza Pramasta Gegana. “Pembaharuan Konsep Hukum Pidana Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP.” Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum 6, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.30812/fundamental.v6i2.5268.

Pangaribuan, Aristo M. “Truth, Bias, and Abuse of Power: How Indonesia’s Evidentiary Threshold Shapes Criminal Justice.” International Journal of Evidence and Proof 30, no. 3 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.1177/13657127251389628.

Salwani, Denies, Muhammad Dede Al Farabi Suardi, Ariel Lian Pratama Reksa, Muhammad Fajar Lutfi Raihan, Amos Saito Hamonangan Simorangkir. “Problematika Pembuktian Materiil Dan Logika Hukum Tindak Pidana Santet Di Persidangan.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik 3, no. 2 (2026). https://doi.org/https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jkhkp/1739.

Setyawan, Vincentius Patria, Widiartana, Gregorius. “Criminalization of Santet in the Reform of the Criminal Law.” Res Judicata Journal 6, no. 1 (2023). https://doi.org/https://doi.org/10.29406/rj.v6i1.5330.

Varian, M. N. V. M. “Penegakan Hukum Pidana Pasal 252 KUHP 2023 Tentang Santet.” Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 15, no. 4 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.6679/tc2fch05.

Zafira, Aisyah. “Tindak Pidana Perdukunan Tinjauan Pasal 545, 546, 547 KUHP Dengan Pasal 252 KUHP 2023.” Taruna Law: Journal of Law and Syariah 2, no. 1 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v2i01.153.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Tumbur, T., & Ramadhani, R. (2026). Legal Problems in Proving the Crime of Claiming Supernatural Powers under Article 252 of the Indonesian Criminal Code. Abdurrauf Law and Sharia, 3(2), 238–253. https://doi.org/10.70742/arlash.v3i2.1009