Ketimpangan Gender Dalam Pembagian Kerja Guru di Sekolah: Studi Kasus di SMPN 1 Sumbawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.70742/insight.v1i2.350Keywords:
Gender Inequality, Division of Work, Teacher, SMPN 1 West SumbawaAbstract
This research aims to understand the reality of gender inequality in the division of teacher work at SMPN 1 West Sumbawa, with a focus on the factors that influence gender inequality and the implications of gender construction in teachers' work at school. This research uses qualitative research methods by collecting data from various sources, such as books, journals and articles, to analyze gender gaps in school work. The research also uses an interview approach, namely collecting data from sources as the main source and various other sources such as books, journals and articles, as well as carrying out a data collection process to obtain valid data regarding gender gaps in school work. This study highlights the importance of gender equality in the division of work for teachers in schools by involving the community, educational institutions and high school officials to evaluate and contextualize the situation regarding gender inequality in the division of work for teachers in schools. There are two types of gender inequality identified: first, female teachers who are often placed in desk jobs or jobs that are classified as soft, second, female teachers who are often positioned in less strategic jobs with a smaller role and influence on schools so that policy is not a priority and only serves as an additional option or as a complement. These two problems are a fact that in the concept of division of labor, female teachers often experience injustice.
[Penelitian ini bertujuan untuk memahami realitas ketidaksetaraan gender dalam pembagian kerja guru di SMPN 1 Sumbawa Barat, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksetaraan gender dan implikasi konstruksi gender dalam pekerjaan guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku dan artikel jurnal untuk menganalisis kesenjangan gender dalam pekerjaan sekolah. Penelitian juga menggunakan pendekatan wawancara, yaitu pengumpulan data dari narasumber sebagai sumber utama dan berbagai sumber lain seperti buku, jurnal, dan artikel, serta melakukan proses pengumpulan data untuk memperoleh data valid mengenai kesenjangan gender dalam pekerjaan sekolah. Studi ini menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pembagian kerja guru di sekolah dengan melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, dan pejabat tinggi sekolah untuk mengevaluasi dan mengkontekstualisasikan situasi mengenai ketidaksetaraan gender dalam pembagian kerja guru di sekolah. Ada dua jenis ketidaksetaraan gender yang teridentifikasi: pertama, guru perempuan yang sering ditempatkan pada pekerjaan di balik meja atau pekerjaan yang tergolong lembut, kedua, guru perempuan yang sering di posisikan pada pekerjaan yang kurang strategis dengan peran dan pengaruh terhadap sekolah yang lebih kecil sehingga kebijakannya tidak menjadi prioritas dan hanya berkesan sebagai opsi tambahan atau sebagai pelengkap saja. Dua persoalan ini merupakan sebuah fakta bahwa dalam konsep pembagian kerjanya guru perempuan sering mendapat ketidakadilan.]
References
Amir, S., & Suhartini, E. (2013). Mekanisme pembagian kerja berbasis gender. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jember (UNEJ).
Astina, C. (2016). Ketimpangan gender dalam pendidikan. Studi Agama dan Budaya: Manarul Qur’an, 10(13).
Cahyani, L. D., & Sugiarto, S. (2022). Potret pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kesetaraan gender pada siswa jenjang sekolah menengah pertama di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Kependidikan, 7(2).
Christiani, L. C. (2015). Pembagian kerja secara seksual dan peran gender dalam buku pelajaran SD. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1).
Dianita, E. R. (2020). Stereotip gender dalam profesi guru pendidikan anak usia dini. Indonesian Journal of Early Childhood Education, 1(2).
Emizer. (2012). Metodologi penelitian kualitatif analisis data. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hadiarta, A. P., et al. (2021). Berbagai bentuk ketidakadilan gender. Dalam Kajian pengarusutamaan gender, analisis ketimpangan gender spasial dan pengaruhnya terhadap perekonomian wilayah (hlm. xx–xx). Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.
Innayah, M. N., & Pratama, B. C. (2019). Tantangan dan kesempatan wanita dalam lingkungan kerja. Jurnal Manajemen, 13(2).
Kartini, A., & Maulana, A. (2019). Redefedensi gender dan seks. Jurnal Kajian Perempuan & Keislaman, 12(2).
Khoiroh, M. (2011). Gerakan kesetaraan gender: Upaya mengurangi kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan. Jurnal Studi Gender Indonesia, 2(2).
Liestyasari, S. I. (2017). Sensitivitas gender guru sekolah dasar (Mewujudkan pendidikan adil gender dan profesionalitas guru di Kota Surakarta). Jurnal Pamator, 1(2).
Lubis, M. S. I., Nurhayati, dkk. (2023). Sosialisasi kesadaran dan keadilan gender dalam mengantisipasi kekerasan gender bagi guru, murid SMP dan SMA Harapan 3 Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Nusantara Berbakti, 1(1).
Moleong, L. J. (2001). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Natasha, H. (2013). Ketidaksetaraan gender bidang pendidikan: Faktor penyebab, dampak, dan solusi. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 12(1).
Praharani, N. S. (2016). Profesionalisme guru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. [Artikel ilmiah, tanpa keterangan jurnal].
Rahmi, F., & Habibullah. (2012). Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan: Studi pada perempuan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Sosiokonsepsia, 17(1).
Rohmaniyah, I. (2020). Gender: Konstruksi sosial dan alat analisis. Dalam M. Yaser (Ed.), Gender & konstruksi patriarki dalam tafsir agama (hlm. xx–xx). Yogyakarta: Suka Press.
Sasmita, J., & Raihan, S. A. (2017). Kepemimpinan pria dan wanita. Repository Universitas Riau.
Setyaningrum, Y. (2012). Analisis isi Permendagri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah. [Artikel ilmiah, tanpa keterangan jurnal].
SMP Negeri 1 Taliwang. (2023). Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 1 Taliwang Nomor: 422.3/320/SMPN 1Tlg/2023 tentang pembagian beban kerja pendidik semester ganjil SMP Negeri 1 Taliwang, Sumbawa Barat Tahun Pelajaran 2023/2024.
Susanto, N. H. (2016). Tantangan mewujudkan kesetaraan gender dalam budaya patriarki. Muwazah, 7(2).
Suwinardi. (2017). Profesionalisme dalam bekerja. Orbith, 13(2).
Yulianti, S. (2025, Mei 13). Wawancara virtual dengan guru PAI SMPN 1 Taliwang, Sumbawa Barat. [Komunikasi pribadi].
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Adib Al-Mufakhir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














