Dinamika Fatwa MUI Tentang Pinjaman Online: Analisis Fikih Digital dalam Bingkai Tafsir Ayat Riba
DOI:
https://doi.org/10.70742/jcf.v1i1.1091Keywords:
Fatwa MUI, Pinjaman Online, Riba, Fikih Digital, Tafsir QS. Al-BaqarahAbstract
Artikel ini menganalisis dinamika fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pinjaman online (pinjol) dalam perspektif fikih digital dan tafsir ayat-ayat riba. Maraknya praktik pinjaman online di Indonesia menimbulkan problematika hukum Islam kontemporer, terutama terkait status hukum bunga yang dikenakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis fatwa-fatwa MUI yang relevan, terutama hasil Ijtima' Ulama 2021 dan Fatwa DSN-MUI No. 117/2018. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MUI secara konsisten mengharamkan pinjaman online yang mengandung unsur riba berdasarkan penafsiran QS. Al-Baqarah: 275-279 dan kaidah bahwa setiap pinjaman yang menarik manfaat adalah riba. Dalam bingkai tafsir ayat riba, penelitian ini mengungkap bahwa esensi riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa kegiatan produktif yang sebanding, yang bertentangan dengan prinsip keadilan ekonomi. Dari perspektif fikih digital, fatwa MUI memberikan panduan bahwa pinjol sebagai sarana (wasilah) hukumnya mubah selama akad yang digunakan sesuai syariah dan bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Namun, terdapat kesenjangan antara fatwa dan implementasi di lapangan yang memerlukan harmonisasi antara regulator syariah, OJK, dan pengawasan Dewan Pengawas Syariah.
References
Al-Ashfahani, A. R. (2009). Mufradat Alfazh al-Qur’an. Dar al-Qalam.
Al-Jurjani, A. al-Qahir. (1983). Asrar al-Balaghah. Dar al-Ma’rifah.
Al-Qurthubi, A. A. (2006). Tafsir Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an. Dar al-Hadits.
Al-Thabari, M. J. (2000). Tafsir al-Thabari: Jami’ al-Bayan ’an Ta’wil Ayi al-Qur’an. Muassasah al-Risalah.
Amelia, A., Arwanda, D., Rama, R., & Aeni, A. N. (2023). Panduan Dan Aturan Pinjaman Online Bagi Masyarakat Dalam Perspektif Islam. Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 2(10), 1033–1042. https://doi.org/10.58344/locus.v2i10.12
Ardha, D. D. (2025). Dampak Psikologis Pinjaman Online terhadap Debitur: Studi Kasus di Kota Bogor. As-Syari’: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(2), 462–478. https://doi.org/10.47476/as-syari.v7i2.5597
Ascarya. (2020). Akad dan Produk Bank Syariah: Konsep dan Implementasi. Rajawali Pers.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). (2023). Laporan Industri Fintech Lending Indonesia 2023. AFPI.
Departemen Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Fatwa DSN-MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001 Tentang Al-Qardh (DSN-MUI 2001).
Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah (DSN-MUI 2018).
Ibn Katsir, I. U. (1999). Tafsir al-Qur’an al-’Adzim. Dar Thayyibah.
Jayadi, H. (2023). Riba dan Transaksi Keuangan Modern: Aplikasi Tafsir Tahlili terhadap QS. al-Baqarah Ayat 275-276. Qudwah Qur’aniyah: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(1), 1–15.
Julianti, S. N., Mahardika, R., & Hidayah, C. W. (2025). Larangan Riba dan Relevansinya terhadap Praktik Keuangan Syari’ah Indonesia Menurut Tafsir Qs. Al-Baqoroh. Jurnal Ilmiah Bisnis, 6(2). https://doi.org/10.35896/jib.v6i2.1226
Majelis Ulama Indonesia. (2021). Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2021 di Jakarta.
Majelis Ulama Indonesia. (2024a). Apa Hukum Pinjol Menurut Islam? Begini Penjelasan Fatwa MUI. http://mui.or.id/baca/berita/apa-hukum-pinjol-menurut-islam-begini-penjelasan-fatwa-mui
Majelis Ulama Indonesia. (2024b). Ramai Pinjol Masuk Kampus, Komisi Fatwa Ungkap Alasan Pengharamannya. http://mui.or.id/baca/berita/ramai-pinjol-masuk-kampus-komisi-fatwa-ungkap-alasan-pengharamannya
Novita, S. P., Soemitra, A., & Lubis, R. (2023). Peer to peer lending, e-money, and crowdfunding economic perspective sharia. Manajemen Kreatif Jurnal, 1(1), 10–30.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik Fintech Lending Periode Desember 2024. OJK.
Quthb, S. (2004). Fi Zhilalil Qur’an. Dar al-Shurouq.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.
Syaputra, R. D. (2026). Konsekuensi Hutang Piutang pada Pinjaman Online Pasca Kematian Debitur Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Zulvia, F. S. (2024). Akibat hukum atas penyebaran informasi pinjaman online terhadap keamanan data pribadi peminjam perspektif Fiqih Muamalah [UIN Maulana Malik Ibrahim Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/66895/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khozinul Alim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
