Persepsi Konsumen Muslim Urban terhadap Strategi Pengembangan Produk Halal dalam Ekonomi Kreatif di Pekalongan

Authors

  • Ahmad Kodri Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Ali Muhtarom Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Alvita Tyas Dwi Aryani Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.70742/iqtishad.v1i2.990

Keywords:

Muslim Urban Consumers, Halal Creative Economy, Maqasid al-Shari’ah, Pekalongan, Halal Supply Chain

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi konsumen muslim urban di Kota Pekalongan terhadap strategi pengembangan produk halal dalam ekosistem ekonomi kreatif. Masalah utama yang diangkat adalah adanya kesenjangan antara meningkatnya kesadaran religius konsumen (halal-conscious consumption) dengan tantangan teknis yang dihadapi UMKM dalam memenuhi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), khususnya pada penggunaan bahan penolong seperti lilin (malam) dan zat pewarna batik yang sering kali belum terverifikasi kehalalannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini membedah fenomena tersebut melalui kacamata Maqasid al-Shari’ah, yaitu hifz al-din (menjaga agama) dan hifz al-nafs (menjaga jiwa/kesehatan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan triangulasi data untuk meminimalisir bias informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen muslim urban menunjukkan antusiasme tinggi, di mana label halal telah bertransformasi dari sekadar kewajiban administratif menjadi standar kualitas hidup dan identitas sosial. Strategi pengembangan produk yang mengedepankan spiritual branding dan transparansi rantai pasok (halal supply chain) terbukti memberikan keamanan psikologis bagi konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara kearifan lokal batik Pekalongan dengan kepatuhan syariah yang transparan menjadi keunggulan kompetitif yang memperkuat resiliensi ekonomi kreatif di wilayah perkotaan.

References

Al-Fasi, A. (2020). The philosophy of Islamic law and Maqasid al-Shari'ah. Islamic Research Institute. doi.org

Ardiansyah, H. (2024). Halal Industry Based on Local Culture in the Production Process of Griya Batik Mas Pekalongan. Griya Naura Khairunnisa, 6(1), 81–90. doi.org

Ardiansyah, M. R. (2024). Standardisasi teknologi dan titik kritis bahan penolong pada industri tekstil halal di Indonesia. Jurnal Teknologi Industri Kreatif, 12(2), 145–158. doi.org

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). (2021). Pedoman Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Kementerian Agama Republik Indonesia. halal.go.id

Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member checking: A qualitative defense against confirmation bias in social science. Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811. doi.org

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications. doi.org

Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kota Pekalongan. (2023). Laporan Tahunan Perkembangan Industri Kreatif dan Sertifikasi Halal Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan.

DinarStandard. (2023). State of the Global Islamic Economy Report 2023/24: Unlocking Opportunity. DinarStandard Insights. dinarstandard.com

Fusch, P. I., & Ness, L. R. (2015). Are we there yet? Data saturation in qualitative research. The Qualitative Report, 20(9), 1408–1416. doi.org

Huda, N. (2023). Ekonomi makro Islam: Pendekatan teoritis dan praktis pada pelaku UMKM. Kencana. doi.org

Jahroni, J. (2020). The Rise of Halal Lifestyle in Contemporary Indonesia. Studia Islamika, 27(2), 385–395.doi.org

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications. doi.org

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. doi.org

Nurdin, M. (2024). Sosiologi masyarakat kota santri: Dialektika tradisi membatik dan nilai pesantren di pesisir Jawa. Jurnal Sosiologi Agama, 18(1), 55–72. doi.org

Purnasari, L., Astuti, R., & Rusdan, M. (2023). Pengaruh Media dan Gaya Hidup Modern terhadap Perilaku Halal Gen Z. Jurnal Media Akademik, 1(10), 1045–1058. mediaakademik.com

Rahmawati, R. (2023). Potret Industri Halal Fashion: Rantai Nilai dan Dampaknya terhadap Perekonomian Masyarakat Kota Pekalongan [Research Report]. ResearchGate. doi.org

Rosyid, A. (2025). Tantangan Penerapan Halal Lifestyle pada Sektor Non-Makanan. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 9(2), 115–130. doi.org

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta. doi.org

Syarif, A., & Hidayat, R. (2024). Analisis titik kritis lemak hewani (tallow) pada bahan pembantu malam pengrajin batik rakyat. Jurnal Halal Indonesia, 6(2), 112–126. doi.org

UNESCO. (2023). Pekalongan: City of Crafts and Folk Art. UNESCO Creative Cities Network. unesco.org

Published

2026-05-31

How to Cite

Kodri, A. ., Muhtarom, A. ., & Aryani, A. T. D. . (2026). Persepsi Konsumen Muslim Urban terhadap Strategi Pengembangan Produk Halal dalam Ekonomi Kreatif di Pekalongan. Al-Iqtishad Wal Mashlahah: Journal of Islamic Economics and Business, 1(2), 110–127. https://doi.org/10.70742/iqtishad.v1i2.990