Destination Competitiveness and Sustainability of Cultural Tourism: A Qualitative Study of Malin Kundang Stone Tourism at Air Manis Beach, Padang

Authors

  • Ahmad Putra Institut Agama Islam Sumbar
  • Yulia Fitria Nanchang University Tiongkok
  • Nora Afnita Institut Agama Islam Sumbar
  • Febriyeni Nasrul Institut Agama Islam Sumbar

DOI:

https://doi.org/10.70742/dampeng.v2i1.565

Keywords:

Tourism Existence, Destination Competitiveness, Cultural Tourism, Malin Kundang Stone, West Sumatra Tourism

Abstract

This study aims to analyze the existence of Batu Malin Kundang Tourism in the competition of tourism destinations in West Sumatra through a field study in the Air Manis Beach area, Padang City. The presence of various new tourist destinations based on natural tourism and modern visual spots creates a competitive dynamic that influences tourist visit patterns. Therefore, it is important to examine how tourist destinations based on local legends and culture can maintain their existence amidst the diversity of new tourism that introduces its beauty. The author uses a descriptive qualitative approach with a field study method. Data were obtained through direct observation, interviews with traders, local residents, and tourists. The results of the study indicate that, first, the existence of Batu Malin Kundang rests on the strength of cultural values ??and legends that have historical legitimacy in the Minangkabau community, second, the main attraction of this destination lies in the symbolic and educational aspects that distinguish it from new tourist destinations that are more oriented towards visual trends, third, the shortcomings of Batu Malin Kundang tourism lie in the innovation side, less active digital promotion, less clean facilities, relatively expensive game rental prices, and rampant extortion. These conditions ultimately become challenges in increasing competitiveness with other tourism.

[Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Wisata Batu Malin Kundang dalam persaingan destinasi pariwisata di Sumatera Barat melalui studi lapangan di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang. Hadirnya berbagai destinasi wisata baru yang berbasis wisata alam, dan spot visual modern menciptakan dinamika persaingan yang memengaruhi pola kunjungan para wisatawan. Maka, penting untuk mengkaji bagaimana destinasi wisata berbasis legenda dan budaya lokal dapat mempertahankan keberadaannya di tengah beragamnya wisata baru yang memperkenalkan keindahannya. penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pedagang, masyarakat sekitar, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama,  eksistensi Batu Malin Kundang bertumpu pada kekuatan nilai budaya dan legenda yang memiliki legitimasi historis dalam masyarakat Minangkabau, kedua, daya tarik utama destinasi ini terletak pada aspek simbolik dan edukatif yang membedakannya dari destinasi wisata baru yang lebih berorientasi pada tren visual, ketiga, kekurangan wisata Batu Malin Kundang terletak dari sisi inovasi, promosi digital yang kurang aktif, fasilitas yang kurang bersih, harga sewa permainan yang tergolong mahal, dan maraknya aksi pungli. Kondisi inilah yang pada akhirnya menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing dengan wisata lain.]

References

Amanat, T. (2019). Strategi pengembangan destinasi wisata berbasis folklor (ziarah mitos: Lahan baru pariwisata Indonesia). Jurnal Pariwisata Terapan, 3(1), 65–75.

Fernando, & Adil, M. (2021). Dampak pembangunan pedestrian di Pantai Air Manis Kota Padang dalam rangka kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Batu Malin Kundang. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 3(2), 117–125.

Herlianti, K. V., & Sanjaya, R. B. (2022). Dampak positif pariwisata terhadap budaya, ekonomi, dan lingkungan di Kasepuhan Cipta Mulya. Kritis, 31(2), 132–149.

Husni, M. (2024). Historical tourism from a cultural studies perspective: Study of the Tjilik Riwut Hermitage Site, Katingan Regency. Journal of Islamic History, 4(1), 24–42.

Astuti, M. I., & Budiman, M. H. (2025). Revitalisasi kawasan wisata bencana dan budaya Kota Padang dengan pendekatan phoenix tourism. Sigma Teknika, 8(1), 202–216.

Mardian, S. I., & Masyhudi, L. (2024). Minat berkunjung wisatawan pada daya tarik wisata kuliner Pantai Tanjung Bias ditentukan oleh pelayanan. JRT: Journal of Responsible Tourism, 4(2), 519–526.

Muqit, A., & Munib, M. (2018). Mitologi dan rekonstruksi destinasi wisata B29: Studi pada masyarakat Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Dalam Annual Conference on Community Engagement.

Putri, N. N., Haryati, R., & Yulistia. (2024). Strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah wisatawan di Pantai Air Manis Padang. EMJM: Ekasakti Matua Jurnal Manajemen, 2(2), 142–150.

Pamungkas, P. (2025). Tinjauan literatur mengenai keberlanjutan kebijakan pariwisata halal di Indonesia. JUPARITA: Jurnal Pariwisata Tawangmangu, 3(1), 38–48.

Rafidah, A., Febrian, A., Dewi, S., & Mulyana, C. A. (2025). Analisis strategi pengelolaan destinasi wisata dalam menghadapi persaingan: Studi kasus Universal Boardgame Land Ampek Angkek Kab. Agam. Jurnal Inovasi Pembelajaran Progresif, 6(4), 311–326.

Rahma, A., Risman, T. S., Novita, Y., & Fatmawati. (2026). Potensi wisata air terjun Lembah Anai sebagai daya tarik wisata alam di Sumatera Barat. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(1), 1734–1744.

Rahman, A. V. (2023). Analisa strategi bersaing pada objek wisata Pantai Air Manis Padang dalam menghadapi persaingan global. Journal of Science Education and Management Business, 2(1), 85–89.

Ruspianda, R. (2019). Program pengembangan kawasan pariwisata Pantai Purus Kota Padang. Jurnal Planologi dan Sipil, 1(1), 80–88.

Suyasa, I. M., & Anggratyas, P. A. R. (2025). Peranan cerita rakyat dalam mempromosikan daya tarik wisata melalui storytelling (pendekatan komunikasi pariwisata budaya). Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, 4(2), 40–69.

Surinanda, S. A., & Eni, M. (2022). Penjaja dan wisata: Pedagang kaki lima di Pantai Padang, 2014–2019. Jurnal Ceteris Paribus, 1(1), 16–21.

Suisno, E. (2022). Ekranisasi cerita rakyat Malin Kundang dalam skenario film televisi Malin Nan Kondang. Jurnal Cerano Seni, Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 1(1), 1–14.

Sitorus, H. J. C., Sumiyadi, & Halimah. (2024). Kajian struktural legenda Malin Kundang dan peranannya dalam materi cerita fantasi bahasa Indonesia. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 3991–4000.

Wariski, I., & Jumiati. (2023). Strategi pemanfaatan media sosial dan influencer oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dalam mempromosikan pariwisata di Sumatera Barat. JMIAP: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik, 5(3), 353–363.

Zumaida, R., Koeswara, H., & Aromatica, D. (2022). Strategi pemerintah kota dalam pengembangan kawasan wisata terpadu (KWT): Sebuah implikasi intervensi kebijakan pengembangan pariwisata. JAKP (Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik), 7(2), 160–176.

Downloads

Published

2026-04-03

How to Cite

Putra, A. ., Fitria, Y. ., Afnita, N. ., & Nasrul, F. . (2026). Destination Competitiveness and Sustainability of Cultural Tourism: A Qualitative Study of Malin Kundang Stone Tourism at Air Manis Beach, Padang. Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture, 2(1), 10–17. https://doi.org/10.70742/dampeng.v2i1.565