Sejarah Perkeretaapian Dan Relevansinya Terhadap Perekonomian Masyarakat Pulau Jawa 1917-2017

Authors

  • M Kautsar Thariq Syah UIN Sunan Gunung Djati
  • Putri Lailatus Sa'adah UIN Sunan Gunung Djati
  • Riyan Haqi Khoerul Anwar STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

DOI:

https://doi.org/10.70742/dampeng.v1i3.367

Keywords:

Railways, Economy, Modernization, Sustainable Development, Perkeretaapian, Ekonomi, Modernisasi, Pembangunan berkelanjutan

Abstract

This study aims to examine the strategic role of railways in Indonesia as a primary transportation infrastructure capable of addressing geographical challenges and supporting economic development. This study is important because railways function not only as a means of mobility but also as a driver of socio-economic growth across generations. The study uses a qualitative approach with a literature study method, based on historical literature sources, official archives, and relevant policy documents. Data are analyzed descriptively and analytically to trace the dynamics of railway development and its impact on people's lives. The research findings indicate that the construction of the first railway line in Java on June 17, 1864, by Governor General L.A.J. Baron Sloet van de Beele marked a milestone in transportation modernization in Asia. The existence of railways has been proven to increase mobilization efficiency, strengthen trade activities, accelerate regional integration, and remain relevant in the contemporary era, including supporting homecoming and tourism. The implications of this study emphasize the importance of railway revitalization as an environmentally friendly and sustainable transportation solution. The originality of the study lies in the emphasis on the historical and socio-economic dimensions that demonstrate the continuity of the role of railways from the colonial period to the modern era, thus providing academic and practical contributions to the study of sustainable transportation in Indonesia

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis perkeretaapian di Indonesia sebagai infrastruktur transportasi utama yang mampu menjawab tantangan geografis dan mendukung pembangunan ekonomi. Kajian ini penting karena kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan sosial-ekonomi lintas generasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, berdasarkan sumber literatur sejarah, arsip resmi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelusuri dinamika perkembangan perkeretaapian serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalur kereta api pertama di Jawa pada 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal L.A.J. Baron Sloet van de Beele menjadi tonggak modernisasi transportasi di Asia. Keberadaan kereta api terbukti meningkatkan efisiensi mobilisasi, memperkuat aktivitas perdagangan, mempercepat integrasi wilayah, serta tetap relevan dalam era kontemporer, termasuk mendukung mudik dan pariwisata. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya revitalisasi perkeretaapian sebagai solusi transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Orisinalitas penelitian terletak pada penekanan dimensi historis dan sosial-ekonomi yang memperlihatkan kesinambungan peran kereta api dari masa kolonial hingga era modern, sehingga memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi kajian transportasi berkelanjutan di Indonesia.

References

AEP/Litbang Kompas. (2018a, March 10). Menampak Jejak Sang “Kuda Besi.” Kompas.

AEP/Litbang Kompas. (2018b, March 10). Ragam Pesona Kereta Api Indonesia. Kompas.

Andi, A., Gunawan, R., Sidik, H., Abdulhadi, A., Sudibyo, S., Sulistyana, I. P., & Khofifatunnisa, K. (2021). Stasiun Jatinegara Era Revolusi Kemerdekaan Indonesia 1945-1949. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 5(1), 29–44. https://doi.org/10.29408/fhs.v5i1.3389

Andika Putra Ramadan. (2017). Pengaruh Jalur Kereta Api Batavia-Buitenzorg Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Batavia Tahun 1871-1913.

Arianti, N. K. (2005, June 25). Mesin uang itu Tak Pernah Diminyaki. Kompas.

Badan Pusat Statistik. (2020). Jumlah Penumpang Kereta Api, 2006-2020 (Ribu Orang). Https://Www.Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/815

Balai Arkeologi Jawa Barat. (n.d.). Kereta Api di Pandeglang. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Biomantara, K., & Herdiansyah, H. (2019). Peran Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai Infrastruktur Transportasi Wilayah Perkotaan. Cakrawala, 19(1), 1–8. http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/cakrawala

Dwiatmoko, H., Nabila, Mudjanarko, S. W., & Setiawan, I. (2020). Peran Angkutan Kereta Api Komuter Dalam Meningkatkan Perekonomian di Wilayah Gerbang Kertasusila. Scopindo.

Eneste, P. (2003, March 23). Kereta Api Dalam Sastra. Kompas.

Herdianti, S., Permana, A., & Tarpin. (2018). Kereta Api Dan Tradisi Mudik Lebaran Di Bandung Tahun 1980-2014. Historia Madania, 2(2), 111–134.

Herwana, S. (n.d.). Perkembangan Transportasi darat Di Sukabumi Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi dan Perkembangan Kota Tahun 1881-1942. 1–14.

Jumardi, J., R, R., Abdulhadi, A., Siska, A., A, V., & AZ, Z. (2020). Perkembangan Transportasi Kereta Api di Jakarta. Jurnal Pattingalloang, 7(1), 40. https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v7i1.13291

Kementrian Perhubungan. (n.d.). Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Https://Djka.Dephub.Go.Id. Retrieved February 10, 2022, from https://djka.dephub.go.id/sejarah-perkeretaapian-indonesia

Kementrian Perhubungan. (2011). Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Dirjen Perkeretaapian.

Kementrian Perhubungan. (2018). Riview Pencana Induk Perkeretaapian Nasional 2018. Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perkeretaapian.

Komite Nasional Keselamatan Transportsi. (2009). Laporan Investigasi Kecelakaan Kereta Api Tumburan Antara KA 221 KRL Pakuan dan KA 549 KRL Ekonomi KM 52+7/8 Petak Jalan St Bogor-St Cilebut, Bogor, Jawa Barat. Kementrian Perhubungan.

Komite Nasional Keselamatan Transportsi. (2010). Laporan Kecelakaan Kereta Api Tumburan Km 19+800 Petak jalan antara Perhentian Tanjung Barat – Stasiun Pasar Minggu Jakarta. Kementrian Perhubungan. www.dephub.go.id/knkt

Komite Nasional Keselamatan Transportsi. (2014). Laporan Investigasi Kecelakaan Lalulintas dan Angkutan Jalan. Kementrian Perhubungan.

Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiarawacana.

Laksana, A. D., Rahardjo, T., & Wijokangko, G. R. (2015). Jalur Kereta Api Cikini Salemba Pabrik Opium. Pusat Data, Informasi dan Kepustakaan Kereta Anak Bangsa.

Laksana, A. D., Wijokangko, G. R., Suherman, A., Rahardjo, T., & Hartono, T. (2016). Kisah PeninggalanKereta Api Banten Cigading-Anyer Kidul Rangkasbitung Saketi_Bayah-Gunung Mandur. Pusat Data, Informasi dan Kepustakaan Kereta Anak Bangsa.

Lasmiyati. (2017). Transportasi Kereta Api Di Jawa Barat Abad Ke-19 (Bogor-Sukabumi-Bandung). Patanjala, 9(2), 197. https://doi.org/10.30959/patanjala.v9i2.21

Lokomotif Tua “Berserakan” di Depo Ambarawa. (2000, October 15).

Madjid, M. D., & Wahyyudi, J. (2014). Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar. Kencana.

Mohtar, O. (2021). Dari angkutan hasil perkebunan ke angkutan manusia?: Sejarah kereta api cepat di Hindia Belanda 1929 - 1942. Walasuji, 12(1), 1–13.

Mulyana, D. (2021). Kajian PerkembanganKota Bandung Melalui Aspek Elmen-Elmen Kota. Educational Building?: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Dan Sipil, 17(1), 16–20.

Munandar, A. A., Mulyana, A., & Santosa, A. B. (2016). Stasiun Cibatu dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Sekitarnya (1998-2010). Factum, 5(2), 157–174.

Museum KA Ambarawa dari Soekarno Hingga Hedjaz Railway. (2005, June 25). Kompas.

Muthmainnah, K., Lukito, Y. N., & Kurniawan, K. R. (2020). Railway Station as an Element of the Colonial City of Industry?: Case Study Cianjur Railway Station. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 5. https://doi.org/10.1088/1755-1315/452/1/012042

Nugraha, S. (2017). Kota Sukabumi Dari Distrik Menjadi Gemeente (1815-1914). Patanjala, 9(3).

Nugraheni, N. A. (2021, October 19). 34 Tahun Tragedi Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Tewaskan Lebih 150 Orang. Https://Metro.Tempo.Co. https://metro.tempo.co/read/1519005/34-tahun-tragedi-bintaro-kecelakaan-kereta-api-tewaskan-lebih-150-orang%0A

Pribadi, D. W. (2013, September 4). Ketika Saet-Aset Masa Lalu Yang Tersebar Mulai Dihidupkan Kembali. Kompas.

PT. Kereta Api Indonesia. (2017). Sejarah Perkeretaapian. Https://Heritage.Kai.Id. https://heritage.kai.id/page/sejarah-perkeretapian

Reitsma, S. A. (1925). Boekoe Peringatan Dari Staatsspoor- En Tramwegen Di Hindia. Belanda 1875 - 1925. Topografische Inrichting Weltevreden.

Rizki, R. (2014). Analisis Wacana Kritis Pada Pemberitaan Pasca Tragedi Bintaro 2. Erudio Journal of Educational Innovation, 2(2), 1–7. https://doi.org/10.18551/erudio.2-2.1

Santoso, A., Yahya, S. K., Cholik, A., Patriasari, B., Mulyaningsih, D., SP., R. S., & Sunjaya, S. (2015). Naskah Sumber Arsip Perkeretaapian di Indonesia. Arsip Nasional Indonesia.

Santoso, M. S. R., & Imanullah, M. N. (2016). Tanggung Jawab Keperdataan PT Keretaapi Indonesia (Persero) Atas Kecelakaan Yang Terjadi Saat Mengangkut Penumpang. Privat Law, IV(2), 36–45.

Setyaningsih. (2018, March 10). Kereta Api di Deretan Kartu Pos. Kompas.

Sofi Fajriyanti. (2013). Sejarah Panjang Perkeretaapian Indonesia. Http://Dishub.Jabarprov.Go.Id. http://dishub.jabarprov.go.id/artikel/view/299.html

Solihat, K. (2016, April 18). Sudah Mendunia Sejak Zaman Kolonial Pesona Alam Yang di Sanjung. Pikiran Rakyat.

Sulistyawaty, A. R. (2014, August 25). Kemasyhuran Batavia Yang Meredup. Kompas.

Sulistyawaty, A. R. (2016). Putaran Roda KRL, Bonbon, Hingga KFW. Kompas.

Sunjayadi, A. (2014). Kabar dari Koloni: Pandangan dan Pemberitaan Surat Kabar Belanda tentang turisme di Hindia Belanda (1909-1940). Jurnal Kajian Wilayah, 5(1).

Syah, M. K. T., Sa’adah, P. L., Darmilah, D., Arsyad, M. F., Sugiarto, D., & Nurchaya, Y. (2025). Mobility of West Java Community After the Arrival to the Railway (1880-1930). HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 13(2). https://doi.org/DOI: 10.24127/hj.v13i2.11298

Syah, M. K. T., Sa’adah, P. L., Nurcahya, Y., Suprianto, S., & Sufriadi, D. (2025). Legacy and transformation: The enduring socioeconomic impact of Colonial railway infrastructure in contemporary Bogor. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 15(1). https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/socio-politica/article/view/45651

Tunggal, N. (2014a). Menghadirkan Imajinasi Perkeretaapian Masa lalu. Kompas.

Tunggal, N. (2014b, March 27). Dulu Jakarta Punya KA Kelas Eropa. Kompas.

Tunggal, N. (2014c, March 28). Kanibal Demi “Bon-Bon.” Kompas.

Wardodjo, W. W. (2018). Ekonomi Indonesia 1950-an dan Penguasaan Negara terhadap Perusahaan Kereta Api. Indonesian Historical Studies, 2(2), 96–106.

Warisan Kolonial dan Sejarah Sosial Kereta Api. (n.d.). Kompas.

Warpanji, S. P. (2012, February 12). Kereta Api Untuk Siapa?? Kompas.

Warto. (2018). Hutan Jati Berkalung Besi Pengangkutan Kayu Jati di Jawa pada Akhir Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20. SASDAYA, Gadjah Mada Journal of Humanitie, 2(2). https://journal.ugm.ac.id/sasdayajournal

Downloads

Published

2025-09-10

How to Cite

Syah, M. K. T., Sa’adah, P. L., & Anwar, R. H. K. . (2025). Sejarah Perkeretaapian Dan Relevansinya Terhadap Perekonomian Masyarakat Pulau Jawa 1917-2017. Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture, 1(3), 146–161. https://doi.org/10.70742/dampeng.v1i3.367