Warisan Budaya Melayu pada Manuscript “Risalah Perhiasan perempuan pada Anak-anak Perempuan” Masa Kesultanan Lingga-Riau Abad XX
DOI:
https://doi.org/10.70742/dampeng.v1i2.204Keywords:
manuscript, Culture heritage of the Malay, Sultanate of Lingga-RiauAbstract
This article aims to revisit the ancient manuscript titled ‘Risalah Perhiasan bagi Anak-anak Perempuan’ from the 20th century Lingga=Riau Sultanate. The Manuscript contains teachings on ethics and morals for women, especially those who have reached puberty or adolescent age, which are reinforced with verses from the Qur’an. This research employs historical methods with four stages: Heuristics, Source criticism, Interpertation, and historiography. The primary source used is the ancient manuscript ‘Risalah perhiasan Perempuan pada Anak-anak Perempuan’ obtained throught the british library website. The findings of this study reveal that the manuscript, originating from the Lingga-Riau Sultanate, discusses not only how women adom themselves with jewelry, but also emphasizes that jewelry signifies more than wealth; it pertains to behavior, morality, and women’s obedience to Allah SWT. in addition, the manuscript serves as a medium for moral and spiritual education for women in shaping an Islamic character for the Riau communitu to this day. Therefore, it is quite natural that Riau is one of the regions in Indonesia tat still strongly adheres to malay culture. The studi of this manuscript is importans to understand women in Malay culture and the formation of women’s indentity, aswell as how Islmic values are internalized daily life through traditional literary works.
Key word: manuscript, Culture heritage of the Malay, Sultanate of Lingga-Riau.
Abstrak: Artikel ini bertujuan mengkaji naskah kuno yang berjudul “Risalah Perhiasan bagi Anak-anak Perempuan” pada masa Kesultanan Lingga-Riau abad ke-20. Naskah tersebut memuat ajaran tentang etika dan moral bagi perempuan khususnya yang telah memasuki usia baligh atau remaja yang dikuatkan dengan dalil-dalil al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan. Yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Sumber primer yang digunakan adalah Naskah kuno “Risalah Perhiasan Perempuan pada anak Perempuan” yang didapat melalui website British Library. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada naskah yang berasal dari sebuah Kesultanan Lingga-Riau ini tidak hanya membahas mengenai bagaimana perempuan dalam mengenakan perhiasan, perhiasan tidak hanya bermakna sebagai sebuah harta melainkan mengenai perilaku, akhlak dan ketaatan peremuan kepada Allah SWT. selain itu, naskah tersebut berperan sebagai media pendidikan moral dan spiritual bagi perempuan dalam membentuk karakter Islami bagi masyarakat Riau hingga saat ini. Sehingga wajar sekali jika Riau adalah salah satu wilayah Indonesia yang masih sangat kental dengan budaya Melayu. Kajian terhadap naskah ini menjadi penting untuk memahami perempuan dalam budaya melayu dan pembentukan identitas perempuan serta bagaimana nilai-nilai keislaman diinteralisasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui karya sastra tradisional.
Kata kunci: Manuscript, Warisan Budaya Melayu, Kesultanan Lingga-Riau.
References
Abd Rahaman Hamid, M. S. M. (2018). Pengatar ilmu sejarah. Penerbit ombak.
Al-’Alawi, U. bin ’Abdullah bin ’Aqil bin Y. (1918). Risalah Bernama Periasan Perempuan Bagi Anak2 Perempuan [Jumadil Awal 1337 AH bersamaan).
Analisis, C. J. (2021). Analisis Disparitas Pembangunan …{Yulyanti & Jamil} | 108. Jurnal Ekonomi Kiat, 32(2).
Faizal Amin. (2011). PRESERVASI NASKAH KLASIK. Khatulistiwa, 1 no. https://doi.org/https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v1i1.184
Haghia, R. S. (2022). Pakaian Dan Identitas Nasional: Peran Wanita Muslim Dalam Mempengaruhi Cara Berpakaian Wanita Indonesia 1930-1942. Jurnal Ekonomi, Sosial &Humaniora, 27–40.
Husni, M., & Siregar, T. (2000). Perhiasan Tradisional Indonesia. 186.
Johan, T. I. (2011). Provinsi Riau. 5(19), 168–183.
Julianti. (2021). Fakultas Adab Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam , Banda Aceh. Core.Ac.Uk. https://core.ac.uk/download/pdf/293463801.pdf
Labiba Sonia, Dwi nofiani, Evitri Liza, A. (2024). TEORI PENGANTIN AL-QUR’AN: PRAKTIK KEAGAMAAN DAN IMPLIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA. Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif, 5(November), 67–82.
Lapidus, I. M. (2014). A History of Islamic Societies, 3rd ed. (Cambridge: Cambridge University Press, 2014), hlm. 223–224.
M.A.Efendi, BA, Amrin Sabrin, BA, D. A. U. (1989). Pakaian adat tradisional riau.
M.Masngudi. (2021). Skripsi Etika berpakaian dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Pemikiran Muhammad Shahr?r). hlm, 96.
Makalew. (2021). Koordinasi Antara Pemerintah Dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Dalam Menciptakan Kerukunan Umat Beragama Di Kota Manado. Jurnal Governance, 1(1), 1–9.
Muhammad, H. S., & Shalih, A. M. (n.d.). Kapan Menampakkan Perhiasan Bagi Wanita??
Muhammad Hafiz, & Tafsiruddin. (2022). Masyarakat Melayu Riau Berbudaya. Dakwatul Islam, 6(2), 89–96. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v6i2.505
Novendri Putra, Sri Wahyuningsih, Rizky Fatya Amanda, Juliani, J., & Yunda Hasbi Pratama. (2024). Pelestarian Pakaian Adat Melayu Riau Bagi Remaja di Provinsi Riau. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(2), 194–200. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v3i2.3806
Nurhkadiza Hasibuan, Y. (2025). MASYARAKAT MELAYU RIAU BERBUDAYA. Multidiciplynary Indonesian Center Journal, 2, 1–5. https://doi.org/https://doi.org/10.62567/micjo.v2i1.427
oman fathurahman. (2003). filologi dan penelitian teks teks keagamaan. Al Turas, vol 9 no 2. https://doi.org/https://doi.org/10.15408/bat.v9i2.4106
Siti Nurjanah. (2017). Keberpihakan Hukum Islam Terhadap Perlindungan Anak. Al Adalah, 14(2), 391–432. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/adalah.v14i2.2905
Tambunan, toman sony. (2019). Kesenian Melayu Di Riau. December, 298–339.
Wicaksana, A., & Rachman, T. (2018). Kesultanan Siak Sri Indrapura. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1), 10–27.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dhana Alfia Melati, Dimas Puja Kusuma, Fajar Firdaus, Uswatun Hasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







