Transformasi Kebaya dan Perkembangan Busana Muslimah di Yogyakarta Tahun 1985–1990: Kajian Akulturasi Budaya Jawa dan Islam
DOI:
https://doi.org/10.70742/dampeng.v2i2.1075Abstract
This study examines the development and transformation of the kebaya within the context of Muslim fashion in Yogyakarta during the period of 1985–1990. The purpose of this research is to trace the evolution of the kebaya from a traditional Javanese women's garment into the kebaya muslimah, understand the acculturation between Javanese culture and Islamic values, and analyze the impact of modernization and the growth of Muslim fashion on these changes. Additionally, this study explores public perceptions regarding the transformation of the kebaya muslimah in Yogyakarta. ?This research employs a qualitative descriptive method with a historical approach utilizing library research. Data were gathered through literature studies and documentation sourced from books, academic journals, archives, written documents, magazines, and other relevant literature, which were subsequently analyzed using content analysis. The findings indicate that the development of the kebaya muslimah was driven by a growing public awareness of dressing in accordance with religious values, the expansion of mass media, modernization, and emerging Muslim fashion trends in the 1980s.
[Penelitian ini membahas perkembangan dan transformasi kebaya dalam perkembangan busana Muslim di Yogyakarta pada periode 1985–1990. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perubahan kebaya dari pakaian tradisional perempuan Jawa menjadi kebaya muslimah, memahami akulturasi antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam, serta menganalisis pengaruh modernisasi dan perkembangan fashion Muslim terhadap perubahan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pandangan masyarakat terhadap transformasi kebaya muslimah di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, arsip, dokumen tertulis, majalah, serta berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kebaya muslimah dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpakaian sesuai nilai agama, perkembangan media massa, modernisasi, dan tren fashion Muslim pada era 1980-an.]
References
Agus, A. A. (n.d.). Budaya Indonesia sebagai identitas nasional Indonesia. Jurnal Kajian Sosial Dan Budaya: Tebar Science, 10, 1–6.
Ahsan, M. F. F. (2025a). Perpaduan Budaya dalam Modernisasi Busana Muslimah di Yogyakarta, 1950-1980. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20(2), 136–147.
Ahsan, M. F. F. (2025b). Perpaduan Budaya dalam Modernisasi Busana Muslimah di Yogyakarta. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20(2), 136–147.
Amrozi, S. R. (2021). Keberagamaan Orang Jawa Dalam Pandangan Clifford Geertz Dan Mark R. Woodward. Fenomena, 20(1), 340111.
Asmarina, M. (2019). PENGARUH BELANDA TERHADAP GAYA HIDUP PRIYAI KRATON KASUNANAN SURAKARTA PADA MASA PEMERINTAHAN SUNAN PAKUBUWANA. Digital Repository Unila.
Azis, D. K. (2013). Akulturasi islam dan budaya jawa. Fikrah, 1(2).
Daniar, M., & Widhyasmaramurti, W. (2022). Kajian Etnolinguistik Busana Kebaya Janggan Hitam Khas Kraton Yogyakarta. Journal of Social Research, 1(11), 327–343.
Endraswara, S., & Dwiadmojo, G. N. (2025). EKSISTENSI KEBAYA MODERN DALAM IDENTITAS BUDAYA PEREMPUAN JAWA GEN Z DI ERA KONTEMPORER. Jurnal Budaya Etnika, 9(2), 159–168.
Fitria, F., Studi, P., Murni, S., & Tengah, J. (2019). KEBAYA KONTEMPORER SEBAGAI PENGIKAT ANTARA TRADISI DAN PENGIKAT GAYA HIDUP MASA KINI.
Haghia, R. S. (2022). Pakaian Dan Identitas Nasional: Peran Wanita Muslim Dalam Mempengaruhi Cara Berpakaian Wanita Indonesia 1930-1942. JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 4(02), 27–40.
Hariyadi, A., & Anggraini, S. E. (2024). Women’s Kebaya Fashion 90s Until Now. Proceeding Humanities: Teacher Training and Education, 6(1), 103–108.
Hariyanto, I. (2013). Tenun Lurik Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Corak, 2(2).
Idris, M., Chairunisa, E. D., & Saputro, R. A. (2020). Akulturasi budaya Hindu-Budha dan Islam dalam sejarah kebudayaan Palembang. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 5(2), 103–111.
Khasanah, N., & Afiyanto, H. (2017). Identitas Penampilan Masyarakat Yogyakarta 1950’an-1970’an. Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam, 11(1), 159.
Miftakhur Ridlo. (n.d.). TAFSIR KOMPREHENSIF KARYA CLIFFORD GEERTZ: ABANGAN, SANTRI, DAN PRIYAYI DALAM MASYARAKAT JAWA Miftakhur Ridlo Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto. Institut Agama Islam Uluwiyah.
Miftakurjana, I. (2024). Akulturasi Budaya Melalui Kebaya. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI), 1.
Misbahuddin, M. (2018). Pakaian sebagai penanda: Kontruksi identitas budaya dan gaya hidup masyarakat Jawa (2000-2016). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 113–133.
Muntoha, T., Sodik, A., Taufiq, M., & Ramadhan, F. (2023). Islam Nusantara Sebuah Hasil Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran Dan Pengembangan Pendidikan Islam, 4(1), 141–152.
Nitami, D. D., Sunarya, Y. Y., Kahdar, K., & Tristantie, N. (2026). PERGESERAN ESTETIK BUSANA MUSLIMAH DI INDONESIA PERIODE 1990-2026 MELALUI PENDEKATAN ANALISIS VISUAL DAN TRANSFORMASI BUDAYA. Jurnal Da Moda, 7(2), 184–195.
Ramdhani, I. (2021). Pandangan agama terhadap budaya tradisional perempuan Indonesia. Jurnal Syntax Fusion, 1(07), 141–158.
Roza, E., Pama, S. A., Erni, S., & Pama, V. I. (2023). Baju kurung tradisional: Citra diri perempuan Melayu Riau berkearifan lokal budaya. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 20(1), 29–42.
Subandi, S. (2011). Deskripsi kualitatif sebagai satu metode dalam penelitian pertunjukan. Harmonia Journal of Arts Research and Education, 11(2), 62082.
Sumbulah, U. (2012). “Islam Jawa dan Akulturasi Budaya: Karakteristik, Variasi dan Ketaatan Ekspresif.” El-Harakah, 14(1), 51–68.
Suraya, R. S., Rustiani, K. W., & Suseno, S. (2023). KEBAYA DAN BUDAYA POPULER: PEMBENTUKAN IDENTITAS IDEOLOGIS PEREMPUAN MODIS OLEH KAPITALIS.
Trismaya, N. (2018). Kebaya dan perempuan: Sebuah narasi tentang identitas. Jurnal Senirupa Warna, 6(2), 151–159.
Wipaka, S. R. A., & Indrayana, B. (2024). Penciptaan Jarik dengan Sumber Ide Padu Muka Bale Rata Anjungan Keraton Kasunanan Surakarta. Ornamen, 21(1), 41–60.
Yuningsih, H. (2015). Kebijakan Pendidikan Islam Masa Orde Baru. Tasyri’, 22(2), 175–194.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Raihani Raya, Siti Arifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







