The Role of Creative Economy Actors in Integrating Islamic Economic Values into Products and Design

Authors

  • Yulada Syurfa STAI Ki Ageng Pekalongan
  • Syamsuddin Syamsuddin Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan
  • Uthman Shehu Lawal Department of Education Foundation. Faculty of Education, Kaduna State University

DOI:

https://doi.org/10.70742/jmfar.v1i2.996

Keywords:

halal creative economy, islamic economy values, sustainable

Abstract

The batik industry has experienced significant growth. However, there are still issues within the batik industry that require attention. The aims of this study is to examine how Islamic values can be integrated to enhance the creative economy through the batik industry, covering the production process, product design, as well as product distribution and marketing. In addition, this study includes an analysis of the potential of the batik industry in the global halal market. The method used in this research is a qualitative approach. The findings indicate that the integration of Islamic values has been implemented through the application of Islamic economic principles in the production process, including the use of halal raw materials, a fair wage system, and a commitment to environmental sustainability. Avoiding inappropriate motifs and not copying other people's work are two ways that Islamic economic values are put into practice in product design. Meanwhile, transparency and honesty demonstrate the implementation of Islamic economic values in product distribution and marketing. Indonesian batik has strong potential in the global halal fashion market due to rising global interest, a growing Muslim population, increased purchasing power, and supportive halal certification policies.

[Industri batik telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.  Namun, masih ada masalah dalam industri batik yang memerlukan perhatian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam rangka peningkatan ekonomi kreatif melalui industri batik mulai dari proses produksi, desain produk, hingga distribusi dan pemasaran produk. Selain itu, penelitian ini menambahkan analisis potensi industri batik dalam pasar halal global. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam telah dilakukan melalui implementasi nilai ekonomi islam dalam proses produksi yaitu penggunaan bahan baku yang halal, sistem upah yang adil, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Implementasi nilai ekonomi islam dalamdesain produk ditunjukkan dengan menghindari motif yang tidak pantas dan tidak menjiplak karya orang lain. Implementasi nilai ekonomi islam dalam distribusi dan pemasaran produk tercermin melalui transparansi dan kejujuran. Batik Indonesia memiliki potensi besar di pasar fashion halal global karena meningkatnya minat global, pertumbuhan populasi Muslim, daya beli yang meningkat, serta kebijakan sertifikasi halal yang mendukung]

References

Abbas, A., Nisar, Q. A., Mahmood, M. A. H., Chenini, A., & Zubair, A. (2019). The role of Islamic marketing ethics towards customer satisfaction. Journal of Islamic Marketing, 11(4), 1001–1018. https://doi.org/10.1108/JIMA-11-2017-0123

Achmad, A., Amir, A., & Azzahrah, A. (2020). Penerapan Manajemen Ekonomi Islam Pada Produksi Batik Labako UD. Bintang Timur Jember. Istidlal: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, 4(1), 13–23. https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i1.205

Ahmad, Amir, & Azzahrah. (2020). Penerapan Manajemen Ekonomi Islam Pada Produksi Batik Labako UD . Bintang Timur Jember. Istidlal: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, 4(April), 13–23. https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i1.205

Ambarwati, A. R., & Pertiwi, F. A. (2023). Analisis Strategi Pemasaran Gerai Batik Manggur Perspektif Etika Bisnis Islam. JSE: Jurnal Sharia Economica, 2(2), 115–130. https://doi.org/10.46773/jse.v2i2.1252

Anwar, K., Susminingsih, S., & Hafidz, A. M. M. (2023). Development of Green Economy in The Batik Industry from A Maqashid Sharia Perspective. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 12(2), 209–225.

Arifah, R. A. S., & Fitria, N. (2025). Analisis Praktik Penggunaan Merk Dagang Oleh Reseller Batik Colet Di Jatipelem Jombang. Jurnal Akademik Ekonomi Dan Manajemena, 2(3), 3062–9586. https://doi.org/10.61722/jaem.v2i3.5570

Ghufron, A., Hidayat, F. N., & Umam, K. (2025a). Halal Industri pada Produk Batik Gentongan di Kabupaten Bangkalan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, 6(4), 1151–1166.

Ghufron, A., Hidayat, F. N., & Umam, K. (2025b). Halal Industri pada Produk Batik Gentongan di Kabupaten Bangkalan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, 6(4), 1151–1166. https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v6i4.57629

Hannan, I. A., Eka Witrie, S., & Prasetya Adi, N. (2024). Dampak Pencemaran Air Akibat Limbah Industri Batik Printing di Kecamatan Pekalongan Utara Terhadap Kualitas Air Sungai. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(8), 34–42. https://gudangjurnal.com/index.php/gjmi/article/view/774

Helmi, M., & Jannah, N. (2023). Perkembangan Konsep Halal Suply Chain Dalam Industri Halal Fashion. Studia Economica?: Jurnal Ekonomi Islam, 9(2), 124–136. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/studiaeconomica

Ibadurrahman, A., & Muhibban. (2025). Pengembangan Ekonomi Kreatif Batik Tulis Kraton Sebagai UpayaPeningkatan Ekonomi Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(1), 654–665.

Irawan, E. D., & Dermawan, W. (2024). Pengenalan Batik terhadap Mahasiswa Internasional dalam Rangka Penyebaran Budaya Indonesia. Journal of Education Research, 5(3), 2678–2686. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1193

Jauhari, M. S. (2025). Di Berbagai Sektor Ekonomi Indonesia Hingga Tahun 2025. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 8(1), 105–122. https://doi.org/10.30868/ad.v8i01.6495

Lathifah, A., & Syafarina, D. (2022). Peluang Dan Tantangan Batik Halal di Pasar Fashion Halal Global. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik. https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/189

Mawardi, I., & Amanulloh, U. (2024). Batik sebagai Warisan Budaya serta Meningkatkan Ekonomi Masyarakat. J u r n a l QIEMA(Qomaruddin Islamic Economy Magazin E), 10(1), 13–25.

Oktaviani, L., Anwar, Z., & Nuril Latifah, E. (2024). Strategi Pemasaran Syari’Ah Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Di Home Industri Maulana Batik Situbondo. Iltizam?: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(1), 75–90. https://doi.org/10.35316/iltizam.v2i1.5498

Pratiwi, I. D., & Qadariyah, L. (2022). Analisis Proses Labelisasi Halal Pada Bisnis Produk Batik Mantaka Di Desa Gapurana Pulau Talango Kabupaten Sumenep. Jurnal Kaffa, 1(3), 1–23.

Sugiharto, U., & Diani, I. M. (2019). Upaya Pemerinta Daerah dan Masyarakat dalam Mengatasi Pencemaran Limbah Industri Batik di Kota Pekalongan. Indonesian Governance Journal?: Kajian Politik-Pemerintahan, 1(2). https://doi.org/10.24905/pgj.v1i2.1248

Tamamudin. (2016). Perilaku Produksi Industri Batik Kota Pekalongan Menurut Etika Produksi Islam. Jurnal Hukum Islam, 14(2), 97–113. https://doi.org/10.28918/jhi.v0i0.671

Triandika, L. S. (2022). Unsur-Unsur Keislaman dalam Corak Motif Batik Pamekasan Madura Melalui Analisis Semiotika. Jurnal Mediakita Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(1), 1–10.

Trixie, A. A. (2020). Filosofi Motif Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia. Folio, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.2307/j.ctv6gqvd9.23

Utami, P. R., & Revinzky, M. A. (2024). Eksplorasi Minat Warga Korea Selatan terhadap Batik Indonesia Putri. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Ekonomi, 2(4), 234–252.

Yusuf, M. (2023). Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif di Kota Palangkaraya. Dinamika?: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 10(2), 330–339.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Syurfa, Y., Syamsuddin, S., & Shehu Lawal, U. . (2026). The Role of Creative Economy Actors in Integrating Islamic Economic Values into Products and Design. Journal of Management, Finance, and Accounting Research, 1(2), 61–70. https://doi.org/10.70742/jmfar.v1i2.996