Pemberdayaan Remaja Masjid Untuk Menghidupkan Kembali Kesenian Hadroh di Desa Karangmangu Banyumas Jawa Tengah

Authors

  • Izul Haq Lidinilah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ana Fajria Anjali UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.70742/ajcos.v1i2.71

Keywords:

Pemberdayaan, Remaja Masjid, Kesenian Hadroh

Abstract

This article discusses the empowerment of mosque youth to revive the art of hadroh. In its development, hadroh is one of the tools or media in preaching lately, the art of hadroh provides its own color for Islam so that this color makes Islam more beautiful. so that to build it, human resources are needed who are able to learn to play the art of hadroh. Therefore, human empowerment is needed to be educated. While the mosque youth are the successors of the most appropriate community leaders to beautify Islamic da'wah, namely by practicing the art of Hadroh, therefore Empowerment is needed, namely the training of the art of hadroh for mosque youth which aims to revive the value of Islamic values. The methods in this study use participatory, educational, and applicative. The results of this study found that to deceive mosque youth to revive the art of hadroh, there are three parts, the first is preparation, the second is implementation, and the third is evaluation.

Abstrak: Artikel ini mendiskusikan tentang pemberdayaan remaja masjid untuk menghidupkan kembali kesenian hadroh. Dalam perkembangannya, hadroh merupakan salah satu alat atau media dalam berdakwah akhir akhir ini, kesenian hadroh memberikan warna tersendiri bagi agama Islam sehingga warna tersebut menjadikan agama islam lebih indah. sehingga untuk membangunya butuh Sumber daya manusia yang mampu belajar memainkan Seni hadroh. Maka dari itu, dibutuhkan pemberdayaan Manusia untuk di didik. Sedangkan para remaja masjid merupakan para penerus dari tokoh masyarakat yang paling tepat untuk memperindah dakwah Islam yaitu dengan berlatih seni Hadroh, Oleh karenanya dibutuhkan Pemberdayaan, yaitu pelatihan-pelatihan seni hadroh bagi remaja masjid yang bertujuan untuk menghidupkan Kembali nilai nilai islam. Metode dalam penelitian ini menggunakan partisipatif, edukatif, dan aplikatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa untuk memperdayakan remaja masjid untuk menghidupkan kesenian hadroh terdapat tiga bagian, pertama persiapan, kedua pelaksanaan, ketiga evaluasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adz-Dzakiey, H.B. (2004). Prophetic Intelegence Kecerdasan Kenabian” Menumbuhkan Potensi Hakiki Insani Melalui Pengembangan Kesehatan Ruhani. Yogyakarta: Islamika.

Al-Faruq, A. (2010). Mengelola Dan Memakmurkan Masjid. ed. Pustaka Arafah. Solo.

Efendi, J. (2018). Metode Penelitian Hukum: Normatif Dan Empiris. Depok: Prenada Media.

Hasan Bin Ahmad Hammam. (2010). Terapi Dengan Ibadah “Istighfar, Sedekah, Doa, Al-Qur’an, Shalat, Puasa. Solo: CV Aqwam.

Khoeriyah, L.L. (2022) “Peran Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Dalam Membentuk Karakter Religius Masyarakat Desa Kaliwedi Kebasen Banyumas.” Jurnal al-Azhary 8(01): 115.

Siswanto. (2005). Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid. ed. Pustaka Al-Kautsar. Jakarata.

Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial Danpekerja Sosial. Bandung: Ptrevika Aditam.

Taufik H.I. (1983). Mengenal Kebidayaan Islam. Surabaya: Bina Ilmu.

Zulfa, M. (2015). “Ransformasi Dan Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid: Studi Pada Masjid Nurussa’adah Salatiga.” Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 09(01): 157.

Downloads

Published

2024-12-07

How to Cite

Lidinilah, I. H. ., & Anjali, A. F. . (2024). Pemberdayaan Remaja Masjid Untuk Menghidupkan Kembali Kesenian Hadroh di Desa Karangmangu Banyumas Jawa Tengah. Abdurrauf Journal of Community Service, 1(2), 61–70. https://doi.org/10.70742/ajcos.v1i2.71