Fulfillment of Prisoners’ Rights to Occupational Safety Guarantees and Work-Performance Premiums: An Empirical Study at the Class III Penitentiary of Lhoknga
DOI:
https://doi.org/10.70742/arlash.v2i2.423Keywords:
Inmate Rights Fulfillment, Occupational Safety Assurance, Wages or Work Premiums, Class III Lhoknga Correctional FacilityAbstract
Article 9 letter j of Law Number 22 of 2022 on Corrections stipulates that every inmate is entitled to occupational safety assurance, wages, or work?performance premiums. This provision has not been fully implemented at the Class III Lhoknga Correctional Facility, particularly regarding work protection and fair remuneration for inmates participating in vocational activities. This study aims to explain the mechanism for fulfilling inmates’ rights to occupational safety assurance and the provision of wages or work premiums, identify the obstacles encountered in its implementation, and analyze the efforts undertaken to address these challenges. The research employs an empirical juridical approach through field observations and interviews to assess the effectiveness of statutory implementation within correctional practice. The findings indicate that the fulfillment of inmates’ rights to occupational safety and the distribution of wages or work premiums has not been optimal. Several work activities are not supported by adequate safety standards, and the remuneration provided does not yet meet the principles of fairness mandated by the relevant regulations.
[Pasal 9 huruf j Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menetapkan bahwa setiap narapidana berhak memperoleh jaminan keselamatan kerja, upah, atau premi hasil kerja. Ketentuan ini belum sepenuhnya terimplementasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga, khususnya terkait perlindungan kerja dan imbalan yang layak bagi narapidana yang mengikuti program pembinaan kerja. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mekanisme pemenuhan hak atas jaminan keselamatan kerja serta pemberian upah atau premi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, dan menganalisis upaya yang ditempuh untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris melalui observasi dan wawancara untuk menilai efektivitas penerapan regulasi dalam praktik pemasyarakatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak narapidana terkait jaminan keselamatan kerja dan pemberian upah atau premi belum berjalan optimal. Beberapa kegiatan kerja belum disertai standar keselamatan yang memadai, sementara pemberian upah atau premi belum memenuhi prinsip kelayakan sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.]
Downloads
References
Akbar, Akbar, Slamet S. Soewondo, and Nur Azisa. “Pemenuhan Hak Narapidana Memperoleh Pelatihan Kerja Dan Upah Atas Pekerjaan Yang Layak.” Al-Azhar Islamic Law Review 1, no. 2 (July 31, 2019): 90–98. doi:10.37146/ailrev.v1i2.18.
Asrul, Asrul Asrul, Emiel Salim Siregar, and Yunita Kmur. “Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Hak Pelayanan Kesehatan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungbalai.” Ex-Officio Law Review, 2024. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:272053553.
Bahriza, Head of the Inmate Rehabilitation Subsection at Class III Lhoknga Correctional Facility, personal interview, (2023, December 22). 11:00 a.m. Western Indonesian Time (WIB). (Personal communication).
Diarja, Resha Dwi Windu, and Umar Anwar. “PENERAPAN RAMBU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI PEMENUHAN HAM NARAPIDANA.” TOPLAMA 1, no. 2 (February 3, 2024): 73–81. doi:10.61397/tla.v1i2.64.
Effendi, T. Sistem peradilan pidana. Pustaka Yustisia, 2013.
Eva Dwi Dayati, Rani Hendriana, Alef Musyahadah Rahmah, and Rohadhatul Aisy. “URGENSI PERLINDUNGAN HAK NARAPIDANA ATAS KESEHATAN DAN MAKANAN DALAM PEMBAHARUAN SISTEM PEMASYARAKATAN INDONESIA.” Journal Presumption of Law 7, no. 2 (October 10, 2025): 184–202. doi:10.31949/jpl.v7i2.15372.
Fahrurrozi, Fahrurrozi, and Abdul Rahman Salman Paris. “TINJAUAN TENTANG SISTEM PEMIDANAAN DALAM PERBARENGAN TINDAK PIDANA MENURUT KUHP.” Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 2 (June 3, 2019): 120. doi:10.31764/jmk.v9i2.889.
Husni, Head of the Class III Lhoknga Correctional Facility, personal interview, (2025, July 28) 10:00 a.m. Western Indonesian Time (WIB). (Personal communication).
Irvan, Inmate at the Class III Lhoknga Correctional Facility, personal interview, 11:00 a.m. Western Indonesian Time (WIB). (Personal communication). (2025, July 10).
Irawan, Romi. “Konsep Diri Warga Lembaga Pemasyarakatan.” SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling 3, no. 2 (June 21, 2018): 41. doi:10.23916/08423011.
Misranto, Misranto, and M Taufik. “KESELAMATAN TENAGA KERJA DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Perspektif Islam, UDHR, Dan Hukum Positif).” Yurispruden 1, no. 2 (June 30, 2018): 194. doi:10.33474/yur.v1i2.1021.
Maryono, B. (2013). Menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan tempat kerja. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Nurgumilar, Tariz, Dadang Suprijatna, and Muhamad Aminuloh. “Tugas Dan Fungsi Lembaga Pemasyarakatan Dalam Upaya Pemenuhan Hak-Hak Narapidana (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor.” Karimah Tauhid, 2025. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:279883074.
Prabowo, Fandy. “Prinsip Perlindungan Yang Sama Dalam Pemberian Bantuan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Berat.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam 21, no. 1 (July 8, 2018): 128–47. doi:10.15642/alqanun.2018.21.1.128-147.
Prastina R., Fajar Putra. “Jaminan Hak Asasi Manusia Narapidana Dalam Pembinaan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan.” Jurist-Diction 4, no. 1 (January 6, 2021): 111. doi:10.20473/jd.v4i1.24295.
Saniastini, Luh, and I Nyoman Surata. “PELAKSANAAN PEMBINAAN KETERAMPILAN KERJA NARAPIDANA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1995 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SINGARAJA.” Kertha Widya 6, no. 2 (April 10, 2019). doi:10.37637/kw.v6i2.300.
Shandyana, Jullia Putri. “Pemenuhan Hak Narapidana Kasus Narkoba Menurut Undang-Undang Pemasyarakatan.” Indonesian Journal of Law and Justice 1, no. 4 (July 1, 2024): 14. doi:10.47134/ijlj.v1i4.2806.
Situmorang, Donny Michael. “Penerapan Hak-Hak Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Tanjung Gusta, Sumatera Utara Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 17, no. 2 (June 15, 2017): 249–63. doi:10.30641/dejure.2017.V17.249-263.
Spisy, Valerian Debita, M. Nanda Setiawan, and Chindi Oeliga Yensi Afita. “UPAYA PEMENUHAN HAK NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B MUARA BUNGO.” DATIN LAW JURNAL 6, no. 1 (February 14, 2025): 1–25. doi:10.36355/dlj.v6i1.1702.
Suriani, Suriani, Ismail Ismail, Rahmat Rahmat, and Rizka Handayani. “JAMINAN KESEHATAN NARAPIDANA DALAM MENJALANKAN MASA HUKUMAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B TANJUNGBALAI.” Citra Justicia?: Majalah Hukum Dan Dinamika Masyarakat 25, no. 2 (August 21, 2024): 202–12. doi:10.36294/cj.v25i2.4485.
Soemitro, R. H, Metodologi penelitian hukum (Cet. 4). Ghalia Indonesia, 1990.
Soerjobroto, B, Ilmu pemasyarakatan (pandangan singkat). AKIP, 1986.
Syauqi, Ahmad, Pit Arzuna, and Abber Hasibuan. “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN HAK UPAH BAGI NARAPIDANA YANG BEKERJA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi).” Wasatiyah: Jurnal Hukum, 2024. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:275306179.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kanasa Putri Pidiea, Putra Aguswandi, Zul ‘Aidy, Siti Rahmah, Cut Megawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






